Menu

Mode Gelap

News · 20 Nov 2025 02:38 WITA

Firdaus Oiwobo Hadiri Sidang Uji Materiil UU Advokat di MK, Diminta Lepas Toga


 Firdaus Oiwobo Hadiri Sidang Uji Materiil UU Advokat di MK, Diminta Lepas Toga Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Advokat Firdaus Oiwobo menjalani sidang pemeriksaan pendahuluan permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (19/11). Gugatan yang teregister dengan nomor perkara 217/PUU-XXIII/2025 itu diajukannya setelah sumpah advokatnya dibekukan.

Firdaus datang ke Ruang Sidang MK bersama kuasa hukumnya, Deolipa Yumara. Saat diperkenalkan, ia terlihat mengenakan toga advokat—yang kemudian memicu perhatian majelis.

Diminta Melepas Toga

Ketua MK Suhartoyo langsung meminta Firdaus melepaskan toganya. Menurut Suhartoyo, dokumen yang diterima MK menunjukkan bahwa Firdaus sementara kehilangan statusnya sebagai advokat akibat pembekuan sumpah oleh Mahkamah Agung (MA).

“Bukti yang dilampirkan menyebutkan Saudara diberhentikan dari berita acara sumpah oleh Mahkamah Agung,” ujar Suhartoyo di persidangan.

READ  Menkeu Purbaya Siap Tampung Keluhan Pelaku Usaha, Jadi "Hakim Dadakan" di Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah

Ia menegaskan, penggunaan toga dapat menimbulkan persoalan kedudukan hukum Firdaus sebagai pemohon. Meski Firdaus mengklaim telah membentuk organisasi advokat baru, hal itu tidak otomatis mengembalikan kedudukan sumpah yang telah dicabut MA.

Atas permintaan tersebut, Firdaus meninggalkan meja pemohon dan kembali tanpa toga, mengenakan kemeja batik lengan panjang.

Penjelasan Firdaus dan Kekeliruan Penyebutan Nama

Dalam sidang, Firdaus menjelaskan bahwa pembekuan sumpahnya tidak sesuai mekanisme sebagaimana diatur dalam UU Advokat. Ia mengaku telah berulang kali mengirimkan surat keberatan kepada Pengadilan Tinggi Banten dan MA.

Namun, saat memberikan penjelasan, Firdaus sempat salah menyebut Ketua MA Sunarto sebagai Suhartoyo. Kekeliruan itu langsung ditegur Ketua MK.

“Eh, maaf, Pak Sunarto,” ucap Firdaus memperbaiki.

READ  Driver Ojol dan Warga Surabaya Gotong Royong Bersihkan Pos Polisi yang Terbakar

Dokumen Permohonan Juga Dikoreksi Hakim MK

Bukan hanya salah sebut nama, majelis juga menemukan kekeliruan penulisan nama eks Menteri Kehakiman dalam berkas permohonan. Hakim MK Daniel Yusmic P. Foekh mengoreksi penyebutan “Ismail Fahmi” yang semestinya merujuk pada Ismail Saleh, eks Jaksa Agung dan Menteri Kehakiman era Presiden Soeharto.

Pihak pemohon menyatakan siap memperbaiki kesalahan tersebut beserta sejumlah typo lainnya.

Pokok Gugatan Firdaus

Firdaus menggugat Pasal 7 ayat (3) dan Pasal 8 ayat (2) UU Advokat. Ia menilai kedua norma tersebut kabur, tidak memberikan kepastian mekanisme pembelaan diri bagi advokat, serta berpotensi menimbulkan multitafsir dalam proses pembekuan sumpah advokat oleh MA.

Menurutnya, ketidakjelasan norma telah membuatnya diberhentikan tanpa proses pemeriksaan yang layak.

READ  Sekjen Kemenag: Dukung Penangkapan ASN oleh Densus 88, Tapi Kedepankan Praduga Tak Bersalah

Ia meminta MK:

memperjelas norma terkait kewajiban organisasi advokat memberi ruang pembelaan diri,

mempertegas prosedur penyampaian putusan penindakan kepada MA,

menegaskan bahwa Dewan Kehormatan Organisasi Advokat adalah satu-satunya lembaga yang berwenang menjatuhkan sanksi,

membatalkan pembekuan Berita Acara Sumpah (BAS) jika tidak melalui keputusan etik.

Firdaus juga meminta MK membatalkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Banten Nomor 52/KPT.W29/HM.1.1.1/2025.

Latar Belakang Pembekuan

Firdaus sebelumnya dipecat dari Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan sumpah advokatnya dibekukan usai insiden naik ke meja dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik antara Razman Arif Nasution dan Hotman Paris.

Ia menilai tindakan tersebut tidak melalui prosedur yang diatur UU dan merugikan hak konstitusionalnya sebagai advokat.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News