Menu

Mode Gelap

News · 1 Des 2025 23:15 WITA

Kepala BNPB Minta Maaf ke Bupati Tapsel: Akui Salah Nilai Skala Banjir dan Longsor


 Kepala BNPB Minta Maaf ke Bupati Tapsel: Akui Salah Nilai Skala Banjir dan Longsor Perbesar

SOALINDONESIA–BATANGTORU Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan, usai sebelumnya menilai banjir di wilayah tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan. Permintaan maaf itu disampaikan secara langsung saat meninjau Desa Aek Garoga, Batang Toru, Senin (1/12/2025).

“Pak, saya surprise, saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf, Pak Bupati. Bukan berarti kami tak peduli,” ujar Suharyanto di hadapan warga dan perangkat daerah.

Ia menegaskan bahwa kunjungannya ke Tapanuli Selatan hingga Tapanuli Utara merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami tentu saja hadir di Tapanuli ini untuk membantu seluruh masyarakat,” tambahnya.

Banjir Sumatera Tak Berstatus Bencana Nasional

Dalam konferensi pers sebelumnya, Suharyanto menjelaskan bahwa banjir dan longsor yang melanda sejumlah provinsi di Sumatera belum memenuhi kriteria penetapan bencana nasional.

READ  Menaker Yassierli Tanggapi Isu PHK Massal di PT Gudang Garam Tbk

“Yang pernah ditetapkan bencana nasional itu Covid-19 dan tsunami 2004. Hanya dua itu,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa penetapan bencana nasional mempertimbangkan faktor korban jiwa, tingkat kerusakan, hingga hambatan akses. Ia juga mengingatkan bahwa banyak bencana besar lain seperti gempa Palu dan Cianjur tetap ditangani tanpa status nasional.

Menurutnya, kondisi di sebagian wilayah Sumatera kini lebih terkendali dibandingkan situasi awal yang sempat tampak mencekam di media sosial.

“Sekarang yang menjadi hal sangat serius di Tapanuli Tengah. Yang lain relatif,” ujarnya.

Meski tidak berstatus nasional, pemerintah pusat tetap terlibat penuh dalam penanganan, termasuk pengerahan alutsista TNI–Polri dan dukungan langsung dari Presiden.

READ  Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Soroti Keterbatasan Pengawas Lingkungan di Indonesia

Korban Jiwa Terus Bertambah: 442 Meninggal, 402 Hilang

Data terbaru BNPB pada Senin (1/12/2025) mencatat total korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 442 jiwa, sementara 402 orang masih hilang.

Rincian per provinsi:

Sumatera Utara

217 meninggal

209 hilang

Penyebaran korban: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Pengungsian:

3.600 jiwa di Tapanuli Utara

1.659 jiwa di Tapanuli Tengah

4.661 jiwa di Tapanuli Selatan

4.456 jiwa di Sibolga

2.200 jiwa di Humbahas

1.378 jiwa di Mandailing Natal

Aceh

96 meninggal

READ  HUT PSI Ke 11, Gandi RMS Tunjuk Ikhsan AR Ketua PSI Wajo, Eks Kader Nasdem Jabat Ketua Harian

75 hilang

Pengungsi mencapai 62.000 KK di 11 kabupaten/kota, termasuk Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, hingga Nagan Raya.

Sumatera Barat

129 meninggal

118 hilang

77.918 jiwa mengungsi dari Agam, Padang Panjang, Padang, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Solok, hingga Pesisir Selatan.

Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan

BNPB menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah terus bekerja untuk mempercepat pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembukaan akses wilayah yang masih terisolasi.

“Presiden membantu besar-besaran, TNI–Polri mengerahkan alutsista, dan BNPB menggerakkan semua sumber daya,” kata Suharyanto.

Memasuki hari ketujuh masa darurat bencana, tim gabungan masih berjibaku menghadapi akses rusak, cuaca tidak menentu, dan medan sulit demi mempercepat penanganan di seluruh wilayah terdampak.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News