Soalindonesia–Jakarta Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), menegaskan agar penebangan pohon besar dihentikan dan dilakukan dengan tanggung jawab penuh. Pernyataan itu disampaikan usai mengetahui adanya oknum perusahaan yang mengangkut kayu besar tak lama setelah bencana banjir dan longsor di Sumatera.
“Saya minta Bapak Menteri untuk cari tahu siapa perusahaan itu. Dan tolong jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebangin. Hentikan semua ini,” kata Titiek kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat Komisi IV DPR bersama Kemenhut, Kamis (4/12).
Titiek menekankan bahwa pohon besar tidak boleh ditebang tanpa alasan yang jelas, termasuk moratorium atau pelonggaran hutan yang merusak ekosistem. Menurutnya, praktik membuka lahan untuk perkebunan atau pertambangan menyebabkan gundulnya hutan yang berdampak pada lingkungan.
Warga terdampak banjir di Sumatera juga terlihat mengamati tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus, memenuhi sungai hingga hulu.
Menanggapi hal ini, Menhut Raja Juli Antoni memastikan kementeriannya akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kayu-kayu yang terbawa banjir. Tim telah diturunkan untuk menelusuri aliran sungai menggunakan drone dan metode susur sungai demi mendapatkan data valid mengenai asal kayu tersebut.
“Kementerian Kehutanan berkomitmen untuk melakukan investigasi secara tuntas material kayu yang terbawa arus banjir. Ini juga akan menjadi data awal sebelum mencari asal kayu sebenarnya,” ujar Raja Juli.











