SOALINDONESIA–JAKARTA Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, mengungkapkan bahwa proses pemulihan listrik di wilayah bencana di Sumatra masih menghadapi kendala serius. Meski suplai listrik telah diprioritaskan ke fasilitas penting seperti rumah sakit, upaya perbaikan jaringan masih terhambat kondisi cuaca dan medan yang ekstrem.
Menurut Erani, sejumlah tower listrik yang rusak sebenarnya sudah mulai dibangun kembali, namun beberapa di antaranya kembali roboh akibat hujan deras dan longsor susulan.
“Ada beberapa yang sudah dipasang jaringan kembali tapi tiba-tiba hujan, longsor kembali, roboh kembali,” ujar Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/12/2025).
PLN Kerahkan Material dan Helikopter Sejak Hari Pertama
Ia menyebutkan bahwa PT PLN (Persero) telah bekerja intensif memulihkan pasokan listrik. Material perbaikan, termasuk komponen tower listrik, telah dikirim dari Jakarta sejak awal bencana. Selain itu, helikopter turut dikerahkan setiap hari untuk menjangkau titik-titik yang sulit dilewati melalui jalur darat.
“Dengan upaya yang intensif dari PLN sejak hari pertama, listrik seharusnya sudah bisa diberikan aksesnya, meskipun belum dalam jumlah seperti semula,” kata Erani.
“Setiap hari helikopter macam-macam itu sejak hari pertama. Apa saja dilakukan untuk bisa menerobos daerah itu.”
Prioritas: Warga Terdampak dan Fasilitas Vital
Erani menegaskan bahwa pemulihan listrik difokuskan terlebih dahulu pada warga yang terdampak langsung serta fasilitas penting seperti rumah sakit dan posko darurat.
“Yang diutamakan itu bagi warga yang betul-betul terdampak langsung. Medannya memang luar biasa,” ujarnya.
Distribusi BBM Sudah Menjangkau Mayoritas Wilayah Terdampak
Selain listrik, pemerintah juga berupaya menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah yang dilanda banjir bandang dan longsor. Erani mengatakan bahwa semua wilayah terdampak sudah mulai menerima suplai BBM, meski volumenya masih di bawah kebutuhan normal karena keterbatasan akses.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga harus melalui medan berat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hal ini membuat distribusi harus dilakukan melalui beberapa metode, tidak hanya jalur darat.
“Secara umum sudah, tapi jumlahnya belum bisa sebanyak yang kita harapkan karena situasi medannya. Tapi itu akan terus ditambah,” kata Erani.
Untuk daerah yang jalur daratnya terputus, pengiriman BBM dilakukan menggunakan helikopter.
“Sebagian besar sudah bisa dimasukin. Kadangkala sebagian juga menggunakan heli,” jelasnya.
Upaya pemulihan listrik dan pasokan energi di Sumatra masih terus dilakukan secara intensif. Pemerintah menegaskan bahwa percepatan pemulihan menjadi prioritas utama agar aktivitas warga dapat segera kembali berjalan normal.











