Menu

Mode Gelap

News · 10 Jan 2026 11:59 WITA

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya


 Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya Perbesar

Soalindonesia–LimapuluhKota Lubang besar runtuh atau sinkhole yang muncul di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, menarik perhatian warga. Sinkhole yang muncul sejak Minggu, 4 Januari 2026, tersebut mengeluarkan air jernih yang tampak berwarna biru saat difoto.

Fenomena alam ini membuat banyak warga dan pengunjung penasaran. Bahkan, beberapa orang sempat mengambil dan meminum air dari dalam lubang untuk memastikan kondisi fisiknya. Air tersebut terlihat bening dan tidak berbau, meski pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati.

Proses Terjadi Secara Bertahap

Badan Geologi menyatakan, kemunculan sinkhole di Kabupaten Limapuluh Kota tidak terjadi secara mendadak, melainkan melalui proses alamiah yang berlangsung perlahan. Sinkhole terbentuk akibat erosi buluh pada batuan berbutir halus yang dipicu oleh curah hujan tinggi.

READ  Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Belum Terima Surat Resmi Soal Kenaikan Tukin 100 Persen di Kementerian ESDM

“Sudah kita lihat tadi, air dalam sinkhole bening dan bersih. Mungkin warna biru karena pengaruh cahaya dari atas,” ujar Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM Sumatera Barat, Inzudd, dikutip dari Antara Sumbar, Rabu (7/1/2026).

Tekanan Air Bawah Tanah

Ahli Geologi Sumatera Barat, Ade Edwar, menjelaskan bahwa air yang keluar dari sinkhole disebabkan oleh tekanan air tanah di dalam rongga bawah permukaan.

“Di bawah itu kan berongga dan air yang ada menekan naik ke atas sehingga debit air jadi naik,” kata Ade, dikutip dari Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

READ  BRI Dinobatkan Sebagai Bank Pendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Terbaik oleh OJK Sulselbar

Menurut Ade, lokasi sinkhole di Limapuluh Kota tersusun atas formasi batuan kapur, yang berpengaruh terhadap perubahan debit dan tampilan warna air.

Terkait air yang tampak jernih namun kebiruan saat difoto, Ade menyebut hal tersebut merupakan fenomena wajar.

“Batu kapur sifatnya menjernihkan air, maka air yang muncul adalah air jernih, bukan keruh,” jelasnya.

Dipengaruhi Musim Hujan

Ade menambahkan, kenaikan volume air di dalam sinkhole sangat dipengaruhi oleh hujan lebat yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Ia memperkirakan debit air akan menurun secara alami saat memasuki musim kemarau, kecuali jika lubang tersebut terhubung dengan sumber air permanen.

“Kenapa sekarang airnya naik, itu karena musim penghujan. Jika musim kemarau, dengan sendirinya air akan turun. Tapi ada juga yang permanen, kita lihat saja nanti,” ujar Ade.

READ  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Temui Pimpinan Muhammadiyah, Bahas Izin Usaha Pertambangan

Kombinasi Faktor Alam

Sementara itu, Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Eng. Ir. Wahyu Wilopo, menjelaskan bahwa sinkhole terbentuk akibat kombinasi pelarutan batu gamping, erosi material lapuk, dan curah hujan tinggi.

Menurutnya, kemunculan Siklon Tropis Senyar pada November 2025 lalu turut mempercepat proses pembentukan rongga bawah tanah yang akhirnya memicu runtuhan.

Hingga kini, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi sinkhole demi menghindari risiko runtuhan lanjutan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News