SOALINDONESIA—MAKASSAR — Kasus jamaah umrah yang terkatung-katung di Arab Saudi menjadi perhatian serius setelah muncul laporan terkait buruknya pelayanan serta ketidakjelasan tiket kepulangan.
Sejumlah jamaah dilaporkan masih berada di Mekkah tanpa kepastian jadwal kembali ke Indonesia. Kondisi ini memicu keresahan, lantaran jamaah harus bertahan lebih lama dari jadwal yang seharusnya.
Dalam kasus ini, dua nama yakni Hj Rismah dan Hj Basira Usman turut disorot. Keduanya disebut berperan dalam pengelolaan keberangkatan jamaah, termasuk pengaturan akomodasi selama berada di Tanah Suci.
Informasi yang beredar menyebutkan, selama masa ketidakpastian tersebut, jamaah diminta menambah biaya setiap hari. Dana tambahan itu disebut digunakan untuk memperpanjang masa inap hotel, sembari menunggu kejelasan tiket kepulangan.
Pihak Kantor Wilayah Kementerian Haji Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pelayanan terhadap jamaah merupakan hal utama yang tidak boleh diabaikan, termasuk kepastian tiket keberangkatan dan kepulangan.
“Kami mengingatkan seluruh calon jamaah agar memastikan seluruh bentuk pelayanan sebelum berangkat, terutama tiket pergi-pulang (PP) harus sudah dipegang oleh jamaah,” tegas sumber di Kemenhaj Sulsel.
Kemenhaj Sulsel juga secara khusus mengimbau masyarakat yang telah mendaftar melalui Hj Rismah dan Hj Basira Usman agar lebih berhati-hati, memastikan kejelasan layanan, serta tidak berangkat tanpa dokumen perjalanan yang lengkap.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk tidak hanya mempertimbangkan biaya, tetapi juga memastikan kepastian layanan dan profesionalitas pihak yang mengelola perjalanan ibadah.
Sementara itu, pihak terkait diharapkan segera memberikan solusi konkret agar jamaah yang masih berada di Arab Saudi dapat kembali ke tanah air dengan aman dan sesuai prosedur.











