Menu

Mode Gelap

News · 30 Agu 2025 13:02 WITA

Aksi Damai Berubah Rusuh, Komunitas Ojol Makassar Angkat Suara


 Aksi Damai Berubah Rusuh, Komunitas Ojol Makassar Angkat Suara Perbesar

SOALINDONESIA–MAKASSAR  Komunitas ojek online (ojol) di Kota Makassar angkat suara terkait aksi demonstrasi yang berakhir ricuh hingga menyebabkan kebakaran di dua gedung DPRD dan menelan korban jiwa, Jumat (29/8/2025) malam.

Mereka menegaskan tidak terlibat dalam aksi tersebut. Komunitas ojol menyebut hanya melakukan aksi solidaritas untuk mendiang Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal dunia saat aksi ricuh di Jakarta.

Penasihat Solidaritas Driver Gojek Makassar (SDGM), Frans, mengatakan sekitar 500-an ojol menggelar aksi solidaritas di Monumen Mandala, Makassar. Aksi itu dilakukan dengan menyalakan lilin dan doa bersama.

READ  MKD DPR Gelar Sidang Putusan Lima Anggota Parlemen Dinonaktifkan, Suasana Tegang di Ruang Sidang

“Itu adalah aksi di mana teman-teman ikut berpartisipasi untuk menjaga kondusif yang terjadi di Makassar saat ini. Salah satunya untuk sahabat kami di Jakarta yang meninggal,” ujar Frans kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025).

Frans menyayangkan terjadinya kerusuhan hingga berujung pembakaran Kantor DPRD Sulsel, DPRD Makassar, dan Kejati Sulsel. Ia menegaskan aksi solidaritas yang dilakukan komunitas ojol bersifat damai dan tidak ada kaitannya dengan kerusuhan.

“Sebenarnya itu di luar kendali kami sebagai ojol di Makassar. Kami juga sempat mengimbau agar teman-teman tidak ikut aksi unjuk rasa, agar tidak terjadi kejadian serupa seperti di Jakarta,” tegasnya.

READ  Komdigi Bekukan Sementara TDPSE TikTok, DPR Dorong Regulasi Khusus Media Sosial

Menurut Frans, komunitas ojol tidak ada yang menggelar demonstrasi. Mereka hanya menggelar doa bersama, salat gaib, dan aksi bakar lilin sebagai bentuk solidaritas.

“Demo ojol di Makassar utu tidak ada. Yang kami lakukan adalah aksi damai, doa bersama, dan solidaritas untuk rekan kami,” ujarnya.

Sementara itu, kericuhan yang terjadi di Makassar mengakibatkan korban jiwa. Tercatat tiga orang meninggal dunia yakni Sarinawati (26), Syaiful (43), dan Muh Akbar Basri (26). Selain itu, lima orang lainnya mengalami luka-luka, di antaranya Budi Haryadi (30), Heriyanto (28), Sahabuddin (45), Arif Rahman Hakim (28), dan Agung Setiawan (32).

READ  Kapuspen TNI: Aksi Anarkis Saat Demo Terlihat Terlatih dan Terorganisasi
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News