Menu

Mode Gelap

News · 23 Nov 2025 13:48 WITA

BGN Kaji Program Makan Bergizi Gratis untuk Suku Badui, Perlu Penyesuaian Topografi dan Adat Setempat


 BGN Kaji Program Makan Bergizi Gratis untuk Suku Badui, Perlu Penyesuaian Topografi dan Adat Setempat Perbesar

SOALINDONESIA–BANTEN Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pengkajian khusus terkait penerapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi masyarakat Suku Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kajian ini dilakukan untuk memastikan program gizi nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat berjalan efektif tanpa bertentangan dengan adat dan kondisi geografis wilayah setempat.

Koordinator BGN Wilayah kabupaten Lebak, Asep Royani, menjelaskan bahwa kajian diperlukan karena permukiman masyarakat Badui berada di wilayah tanah hak ulayat adat yang berbentuk perbukitan dan pegunungan. Selain itu, aktivitas harian masyarakat Badui yang banyak menghabiskan waktu di ladang juga menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan strategi distribusi program.

“Masyarakat adat Badui pada siang hari kebanyakan berada di kebun atau ladang, bercocok tanam padi huma, palawija, hingga sayuran. Dengan kondisi demikian, perlu kajian khusus agar program MBG benar-benar tepat sasaran untuk peningkatan pemenuhan gizi,” kata Asep.

READ  Program Makan Bergizi Gratis Pemerintahan Prabowo Disorot: Pakar Gizi Usul Evaluasi Kualitas dan Distribusi Makanan

Menurutnya, pengkajian teknis sangat diperlukan, termasuk bagaimana petunjuk teknis (juknis) pendistribusian MBG dapat menjangkau penerima manfaat seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Itu harus dipelajari supaya pendistribusian MBG tidak menemui kendala dan dapat diterima dengan aman serta lancar oleh masyarakat,” tambahnya.

Asep menuturkan, jika nantinya masyarakat Badui bersedia menerima program tersebut, kemungkinan besar akan dibuat dapur khusus di beberapa titik agar distribusi makanan lebih mudah mengingat kondisi masyarakat yang tinggal berpencar di wilayah adat.

“Program MBG ini bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia agar tumbuh kuat dan sehat. Karena itu, kami berharap kajian ini bisa ditindaklanjuti dengan dialog bersama pemerintah desa dan tokoh adat Badui,” jelasnya.

READ  KPK Sita Uang Tunai Lebih dari Rp400 Juta Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Indragiri Hulu

Sikap Masyarakat Badui: Terbuka Selama Tidak Bertentangan dengan Adat

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, menyatakan bahwa masyarakat Badui pada prinsipnya tidak menolak program pemerintah, termasuk MBG, selama tidak bertentangan dengan adat istiadat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Masyarakat Badui akan menerima program ini jika tidak bertentangan dengan adat setempat dan tidak menimbulkan konflik. Namun jika sebaliknya, tentu akan ditolak,” ujar Jaro Oom.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima informasi teknis terkait mekanisme pendistribusian makanan bagi penerima manfaat. Tantangan lainnya, kata dia, adalah fakta bahwa anak-anak Badui tidak bersekolah, sehingga sistem penyaluran yang biasanya terpusat di sekolah tidak dapat diterapkan.

READ  Talkshow Pengembangan Pesantren As’adiyah Dorong Transformasi Berbasis Nilai dan Daya Saing Global

“Apakah nanti akan dibuka dapur-dapur di beberapa titik perkampungan di tanah hak ulayat adat Kanekes? Karena kalau hanya satu titik dapur, tentu tidak memungkinkan untuk distribusi makanan,” katanya.

Meski demikian, masyarakat Badui tetap terbuka terhadap program selama pelaksanaannya tidak merugikan atau memicu gesekan internal.

“Kami tidak ada masalah dengan program MBG selama satu sama dan satu rasa bagi masyarakat Badui, serta tidak bertentangan dengan adat dan tidak menimbulkan konflik,” tegas Jaro Oom.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News