Menu

Mode Gelap

News · 12 Sep 2025 17:58 WITA

BKN Perpanjang Batas Waktu Pengisian Dokumen PPPK Paruh Waktu 2024


 BKN Perpanjang Batas Waktu Pengisian Dokumen PPPK Paruh Waktu 2024 Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi memberikan tambahan waktu bagi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun Anggaran 2024 untuk melengkapi dokumen administrasi. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Nomor 13834/B-KS.04.01/SD/D/2025.

Semula, batas akhir pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) dijadwalkan pada 20 September 2025. Kini, BKN memperpanjangnya hingga 22 September 2025. Sementara itu, pengajuan usul penetapan Nomor Induk (NI) yang tadinya berakhir pada 20 September, diperpanjang sampai 25 September 2025.

Meski demikian, jadwal penetapan NI PPPK Paruh Waktu tetap sesuai rencana awal, yaitu hingga 30 September 2025.

READ  Menkeu Purbaya Siapkan Tarif Cukai Khusus untuk Rokok Ilegal Dalam Negeri, Cegah Serbuan Rokok Asing

Dukungan bagi Calon PPPK

Kepala BKN Zudan Arif menyampaikan bahwa perpanjangan ini diberikan untuk memberi ruang bagi calon PPPK agar dapat menyiapkan dokumen dengan lebih baik.

“Dengan perpanjangan waktu ini, diharapkan seluruh calon dapat menyiapkan dokumen dengan lebih baik tanpa terburu-buru,” ujar Zudan dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9).

Selain itu, BKN juga memberikan kelonggaran terkait Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Calon PPPK diperbolehkan menggunakan surat pengurusan SKCK dari Polsek setempat terlebih dahulu, sementara SKCK asli dapat diserahkan setelah penetapan NI selesai.

READ  Tom Lembong Hadiri Pemeriksaan di Komisi Yudisial, Laporkan Majelis Hakim Tipikor Jakarta

Skema PPPK Paruh Waktu

Pemerintah sebelumnya meluncurkan skema PPPK Paruh Waktu sebagai solusi bagi tenaga honorer yang belum dapat diangkat menjadi ASN penuh. Skema ini ditujukan untuk tenaga non-ASN yang sudah terdaftar dalam database BKN, dengan prioritas bagi pelamar CASN 2024 yang tidak lulus seleksi atau tidak dapat mengisi formasi.

Jenis jabatan yang bisa diisi mencakup guru, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, tenaga teknis, hingga posisi operasional lainnya. Dengan status ini, para tenaga non-ASN diharapkan mendapat kepastian hukum dan penghasilan yang layak, sekaligus menghindari risiko pemutusan hubungan kerja massal.

READ  Halte CSW Padat Akibat Gangguan Bus TransJakarta, Penumpang Antre hingga Satu Jam
Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional