Menu

Mode Gelap

News · 24 Sep 2025 19:05 WITA

DPR RI Pastikan Bentuk Pansus Konflik Agraria, Komitmen Percepat Reforma Agraria


 DPR RI Pastikan Bentuk Pansus Konflik Agraria, Komitmen Percepat Reforma Agraria Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan lembaganya segera mengesahkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Penyelesaian Konflik Agraria sebagai bagian dari komitmen nyata parlemen dalam mendorong percepatan reforma agraria dan penataan sistem pertanahan di Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan Dasco dalam konferensi pers usai audiensi antara DPR RI dan sejumlah organisasi petani serta masyarakat sipil, yang digelar di Ruang Rapat Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Rabu (24/9/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.

“DPR akan bentuk Pansus penyelesaian konflik agraria yang akan disahkan pada akhir penutupan paripurna sidang DPR RI pada 2 Oktober 2025,” ujar Dasco.

Dorong Kebijakan Satu Peta dan Penataan Tata Ruang

Lebih lanjut, Dasco menegaskan bahwa DPR RI juga akan mendorong pemerintah untuk mempercepat kebijakan satu peta serta melakukan penataan ulang desain tata ruang wilayah nasional. Hal ini dianggap penting sebagai pondasi untuk menyelesaikan tumpang tindih lahan dan memperjelas status hak atas tanah di berbagai daerah.

READ  Kepala Desa Aek Nabara Ditahan Karena Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 486 Juta

“Yang pertama, DPR akan mendorong pemerintah untuk percepatan kebijakan satu peta dan merapikan desain tata ruang di wilayah NKRI,” kata Dasco.

Usul Pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria

Tak hanya itu, Dasco juga mengungkapkan dukungan DPR terhadap pembentukan Badan Pelaksana Reforma Agraria—sebuah lembaga khusus yang diharapkan mampu secara sistematis menangani persoalan penataan agraria dan menjalankan program redistribusi tanah secara lebih efektif.

“DPR mendorong pemerintah untuk membentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria,” tambahnya.

Usulan ini sejalan dengan permintaan Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, yang disampaikan dalam forum audiensi tersebut. Dewi secara terbuka meminta pemerintah membentuk lembaga khusus yang langsung berada di bawah koordinasi Presiden Prabowo Subianto, agar pelaksanaan reforma agraria lebih terfokus dan tidak terhambat birokrasi sektoral.

READ  DPR Pastikan Anggota Nonaktif Tak Terima Gaji dan Tunjangan

“Soal kelembagaan, Pak Dasco, Pak Saan, kemudian Pak Cucun, kami menginginkan ada kelembagaan khusus untuk menjalankan reforma agraria,” ucap Dewi di hadapan pimpinan DPR.

Respon DPR terhadap Aspirasi Petani

Audiensi tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi petani dan aktivis agraria yang menyuarakan keprihatinan mereka terhadap lambannya penyelesaian konflik agraria, serta tumpang tindih penguasaan lahan oleh korporasi besar, terutama di sektor kehutanan, perkebunan, dan pertambangan.

Ketua Fraksi PKB, Cucun Ahmad Syamsurizal, serta anggota Komisi II DPR RI, Saan Mustopa, yang juga hadir dalam forum tersebut, menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Pansus serta pentingnya reforma agraria sebagai bagian dari keadilan sosial.

READ  Menhan HAM Natalius Pigai Dorong DPR Setujui Tipikor Masuk Kategori Pelanggaran HAM: “Pertama di Dunia”

Langkah Strategis Menyambut Pemerintahan Baru

Langkah pembentukan Pansus ini sekaligus menjadi sinyal bahwa DPR RI ingin lebih proaktif dalam menanggapi tuntutan masyarakat terkait keadilan agraria, sekaligus menyambut pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dengan agenda kebijakan agraria yang lebih progresif.

Jika benar-benar terealisasi, Pansus ini diharapkan tidak hanya menjadi forum politis, tetapi mampu menjalankan fungsi pengawasan dan rekomendasi kebijakan yang konkret, termasuk menindaklanjuti ribuan kasus konflik tanah yang hingga kini belum terselesaikan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Menghapus Jarak, Menghadirkan Harapan: Puskesmas Kai dan Kerja Nyata Bupati Tolikara untuk Pelosok Papua Pegunungan

7 Juni 2026 - 08:52 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Trending di Nasional