Menu

Mode Gelap

News · 9 Apr 2026 16:47 WITA

Gibran Tegaskan Pemerintah Tak Akan Naikkan Harga BBM, Tak Sejalan Arahan Presiden


 Gibran Tegaskan Pemerintah Tak Akan Naikkan Harga BBM, Tak Sejalan Arahan Presiden Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons usulan Jusuf Kalla terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika global, khususnya di kawasan Timur Tengah.

Gibran menegaskan, usulan tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta harga BBM tetap stabil, terutama untuk jenis subsidi.

“Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla. Namun mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Gibran, Kamis (9/4/2026).

Prioritaskan Perlindungan Masyarakat

READ  Pemulihan Listrik di Sumatra Terkendala Cuaca Ekstrem, ESDM: Tower Sudah Dipasang, Hujan dan Longsor Robohkan Lagi

Menurut Gibran, Presiden telah secara tegas menginstruksikan jajaran pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM agar tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Ia menambahkan, pemerintah akan melakukan efisiensi dan refocusing anggaran guna menghindari dampak berantai dari kenaikan BBM, seperti lonjakan harga bahan pokok dan biaya transportasi.

“Pemerintah bertekad melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek kenaikan harga BBM,” jelasnya.

Dorong Transisi Energi Bersih

Selain menjaga harga BBM, pemerintah juga terus mendorong percepatan transisi energi melalui pengembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan.

READ  Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas Pertalite Aman, Hasil Uji Lemigas: Sesuai Spesifikasi Pemerintah

Gibran menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Hari ini Bapak Presiden meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik di Magelang sebagai bentuk keseriusan pemerintah,” tambahnya.

Usulan JK untuk Tekan Defisit

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengusulkan penyesuaian harga BBM guna mengurangi beban subsidi yang dinilai berpotensi membengkak akibat kenaikan harga minyak dunia.

Menurut JK, langkah tersebut diperlukan untuk menekan defisit anggaran dan mengendalikan utang negara.

“Mengurangi subsidi berarti menaikkan harga. Kalau tidak, utang akan menumpuk karena subsidi semakin besar,” ujar JK.

READ  Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-IWS Ditemukan, Evakuasi Ditunda Akibat Cuaca Buruk

Meski demikian, pemerintah menegaskan tetap berpegang pada kebijakan menjaga stabilitas harga energi demi menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News