SOAlINDONESIA—JAYAWIJAYA— Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang mengungsi akibat konflik antar kelompok yang terjadi di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya.
Bantuan berupa 490 kasur dan selimut tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak yang sejak Jumat (15/5/2026) terpaksa meninggalkan rumah mereka demi menghindari eskalasi pertikaian yang masih berlangsung di wilayah Wamena.
Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mendistribusikan bantuan secara merata di dua titik posko pengungsian utama. Untuk warga pengungsi yang berada di Gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Biro Umum Setda Papua Pegunungan, Charles P. Panggabean.
Sementara itu, bantuan bagi warga yang mengungsi di Mapolres Jayawijaya diserahkan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Pegunungan, Agustinus Howay.
Kehadiran Gubernur Jhon Tabo di tengah para pengungsi dinilai sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam menangani kondisi darurat kemanusiaan akibat konflik sosial tersebut.
Selain menyalurkan bantuan logistik, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga telah membentuk tim khusus untuk melakukan mediasi dan mendorong penghentian pertikaian di lapangan.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Pemerintah tidak akan tinggal diam,” ujar Jhon Tabo.
Ia menegaskan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan konflik terjadi, sebab dampaknya sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam situasi tersebut.
Menurutnya, konflik telah menyebabkan hilangnya rasa aman serta memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah dan lingkungan mereka untuk sementara waktu.
Gubernur Jhon Tabo juga meminta seluruh pihak yang masih bertikai agar segera menghentikan aksi kekerasan dan mengedepankan penyelesaian damai demi keselamatan bersama.
“Saya sangat berharap masalah ini segera usai. Stop pertumpahan darah dan buang rasa saling membenci karena merugikan kita semua,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan antar sesama masyarakat Papua serta menyelesaikan persoalan melalui dialog, rekonsiliasi, dan semangat saling memaafkan.
Pemerintah berharap bantuan kemanusiaan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sambil menunggu proses mediasi berjalan dan situasi keamanan kembali kondusif di Distrik Wouma dan sekitarnya.











