Menu

Mode Gelap

News · 10 Sep 2025 11:33 WITA

KPK Ungkap Noel Akui Terima Setoran Lain di Luar Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker


 KPK Ungkap Noel Akui Terima Setoran Lain di Luar Kasus Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Wakil Menteri Ketenagakerjaan nonaktif, Immanuel Ebenezer alias Noel, mengakui adanya penerimaan setoran lain selama menjabat.

Penerimaan itu disebut di luar kasus pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Memang secara garis besar sudah ada informasi dari yang bersangkutan bahwa memang ada (penerimaan) dari yang lain,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).

Dari hasil pendalaman sementara, Noel diduga menerima Rp3 miliar untuk renovasi rumah serta sebuah motor Ducati Scrambler. Atas temuan itu, KPK menjerat Noel bukan hanya dengan Pasal 12 huruf e UU Tipikor tentang pemerasan, tetapi juga Pasal 12B tentang gratifikasi.

READ  Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap Ketiga 2025 Mulai Disalurkan

“Maka kami selain menggunakan Pasal 12 huruf e, kami juga menggunakan Pasal 12B untuk menjaring penerimaan-penerimaan lain,” ujar Asep.

Terima Uang Pemerasan Dua Bulan Usai Jabat

KPK sebelumnya mengungkap Noel mulai menerima aliran dana hanya dua bulan setelah dilantik sebagai Wamenaker pada Oktober 2024. Permintaan dilakukan pada November, dan penerimaan uang terjadi pada Desember 2024.

Alih-alih menghentikan praktik pemerasan yang sudah lama terjadi di Kemnaker, Noel justru membiarkan, bahkan ikut menikmati aliran dana tersebut. Total penerimaan yang diduga masuk ke Noel mencapai Rp3 miliar, selain sejumlah aset seperti mobil dan motor. Sejauh ini, KPK telah menyita empat mobil dan satu motor Ducati yang diduga terkait kasus tersebut.

READ  Anggota Komisi III DPR Desak Presiden Prabowo Tarik Polisi Aktif dari Jabatan Sipil Usai Putusan MK

Kasus Pemerasan Sertifikasi K3

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 20 Agustus 2025. Dalam operasi itu, 14 orang diamankan dan 11 di antaranya, termasuk Noel, ditetapkan sebagai tersangka.

Pemerasan terkait sertifikasi K3 disebut telah berlangsung sejak 2019 hingga 2024, dengan nilai mencapai Rp81 miliar. Dari jumlah itu, Rp69 miliar diduga mengalir ke ASN Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro (IBM), yang disebut sebagai otak pemerasan. Uang hasil pemerasan digunakan untuk belanja, hiburan, hingga pembelian mobil mewah.

Noel Minta Maaf, Harap Amnesti

READ  Pemerintah Setuju RUU Perampasan Aset Masuk Prolegnas 2025, Pakar Desak DPR Segera Bahas

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Noel mengakui kesalahannya. “Saya mengakui kesalahan saya dan saya mempertanggungjawabkan kesalahan saya,” katanya saat tiba di Gedung KPK dengan rompi oranye, Selasa (2/9).

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan pimpinan negara. Meski demikian, Noel membantah dirinya terkena OTT KPK. Ia bahkan berharap mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Presiden Prabowo sudah resmi memberhentikan Noel dari jabatannya sebagai Wamenaker.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News