Menu

Mode Gelap

News · 1 Nov 2025 04:05 WITA

Guru SMKN 1 Kutalimbaru Dilaporkan Orang Tua Murid Usai Melerai Perkelahian, Gubernur Bobby Nasution Turun Tangan


 Guru SMKN 1 Kutalimbaru Dilaporkan Orang Tua Murid Usai Melerai Perkelahian, Gubernur Bobby Nasution Turun Tangan Perbesar

SOALINDONESIA–DELISERDANG Seorang guru di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, bernama Sopian Daulai Nadeak (37), dilaporkan ke polisi oleh orang tua siswa. Ironisnya, laporan tersebut muncul setelah Sopian berupaya mendamaikan dua kelompok siswa yang nyaris berkelahi di lingkungan sekolah.

Peristiwa ini berawal ketika Sopian, guru mata pelajaran mesin produktif, tengah beristirahat di kantin sekolah dan melihat dua kelompok siswa yang diduga akan terlibat perkelahian.

“Ada penyampaian dari kantin itu mau berantam, karena ada saya di situ makanya tidak jadi berkelahi. Di situ saya hadir supaya tidak terjadi perkelahian,” kata Sopian di kediamannya, Jumat (31/10).

Sopian kemudian membawa para siswa yang terlibat ke ruang Bimbingan Konseling (BK) untuk didamaikan. Pihak sekolah juga memanggil orang tua siswa agar persoalan tidak berlanjut. Namun, di ruang BK, ayah kandung siswa berinisial Y, berinisial AG, justru meluapkan emosi dan berusaha menyerang siswa lain yang terlibat perkelahian.

“Saya guru di situ, saya dorong orang tuanya, kemudian saya peluk. Tapi si anak (Y) memukul saya dari belakang, langsung dilerai guru-guru BK,” jelas Sopian.

READ  Presiden Prabowo Pelajari 40 Usulan Calon Pahlawan Nasional, Termasuk Soeharto dan Gus Dur

Setelah sempat dilerai, AG pulang dari sekolah. Namun tak lama kemudian, AG kembali datang bersama istrinya dan Y. Mereka menuding anaknya telah dianiaya dan dikeroyok oleh teman-temannya.

“Kami tanya di mana dianiayanya, dicekiknya di mana, tidak bisa menjawab. Kalau HP dirampas, mana HP-nya, juga tidak bisa menjawab,” ujar Sopian.

Usai adu argumen, keluarga siswa itu akhirnya meninggalkan sekolah. Namun sore harinya, Sopian mengaku dikeroyok oleh AG dan pamannya Y yang berinisial A, yang diketahui juga merupakan guru honorer di sekolah yang sama.

“Setelah pulang sekolah saya dikeroyok sama bapak dan pamannya. Akibatnya saya luka memar di leher dan dada,” ungkapnya.

Sopian pun melapor ke Polsek Kutalimbaru, namun laporan tersebut tidak mendapat tanggapan. Sebaliknya, laporan balik dari pihak keluarga siswa justru diproses lebih dahulu.

“Karena itu saya mengundurkan diri. Laporan penganiayaan saya tidak ditanggapi, tapi laporan balik mereka langsung diproses,” ujar Sopian dengan nada kecewa.

Kuasa Hukum: Proses Hukum Dinilai Tidak Adil

Kuasa hukum Sopian, Jansen Simamora, menilai proses yang dijalankan aparat penegak hukum tidak adil. Menurutnya, laporan kliennya sempat tidak diproses hingga kasus tersebut menjadi viral.

READ  Pemakaman Istri Wiranto Berlangsung Khidmat di Astana Wukir Sirnaraga Karanganyar

“Ini sudah jelas tidak adil. Sebelum viral, laporan Pak Sopian tidak ditindaklanjuti. Setelah viral, justru beliau dipanggil dua kali oleh Polrestabes Medan,” kata Jansen.

Lebih lanjut, Jansen mengungkapkan bahwa dalam pemanggilan kedua, pihak kepolisian justru menyebut Sopian sebagai terduga pelaku penganiayaan, bukan korban.

“Kami sudah klarifikasi dan menghadirkan guru-guru saksi yang melihat langsung bahwa Pak Sopian tidak pernah menganiaya murid tersebut,” tegasnya.

Ia menegaskan, laporan yang dibuat Sopian bukan terhadap siswa, melainkan terhadap orang tua dan paman siswa yang melakukan pengeroyokan.

“Ini bukan saling lapor antara guru dan murid, tapi laporan terhadap orang tua murid yang menganiaya guru,” tambah Jansen.

Bobby Nasution: Pemprov Sumut Akan Back Up Guru Sopian

Kasus ini kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik, termasuk Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. Pada Jumat (31/10), Bobby mengunjungi kediaman Sopian di Binjai untuk memberikan dukungan moral.

“Harapan kita tentu damai, baik dari pihak sekolah maupun orang tua murid. Tapi kalau orang tua murid tetap bersikeras, Pemprov Sumut akan back up penuh guru kita yang sudah berusaha melerai perkelahian tapi malah dilaporkan,” tegas Bobby.

READ  Presiden Prabowo Tiba di Osaka, Jepang, Awali Lawatan Luar Negeri ke Sejumlah Negara

Selain memberikan dukungan hukum dan moral, Bobby juga meninjau kondisi rumah Sopian yang sederhana dan berjanji akan melakukan bedah rumah sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi sang guru.

“Plafonnya belum ada, dindingnya masih triplek. Jadi kita bantu supaya semangatnya tumbuh lagi,” ucap Bobby.

Menanggapi rencana pengunduran diri Sopian, Bobby meminta agar hal itu ditunda.

“Jangan mundur. Pak Kepala Sekolah juga sudah anggap itu cuti saja dulu, supaya bisa menenangkan diri,” kata Bobby.

Ia juga berpesan kepada seluruh guru di Sumatera Utara agar tidak takut menegur atau mendisiplinkan siswa selama dilakukan dengan cara yang tepat.

“Silakan menegur anak-anak, jangan takut intervensi dari mana pun. Tapi juga jangan keras berlebihan sampai menimbulkan luka atau trauma. Teguran itu untuk mendidik, bukan untuk menyakiti,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional