Menu

Mode Gelap

News · 6 Des 2025 17:45 WITA

Hasto Kristiyanto Serukan Kader PDIP Bergerak Bantu Korban Bencana dan Merawat Lingkungan


 Hasto Kristiyanto Serukan Kader PDIP Bergerak Bantu Korban Bencana dan Merawat Lingkungan Perbesar

Soalindonesia–Yogyakarta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menyerukan seluruh kader partai untuk merespons bencana alam dengan kontemplasi mendalam dan aksi nyata membantu rakyat. Seruan itu disampaikan dalam Konferda DPD PDIP DIY di Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025).

Hasto menegaskan bahwa respons terhadap bencana harus berlandaskan filosofi menghargai kehidupan yang diajarkan Bung Karno dan diwariskan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang menurutnya merupakan inti dari politik lingkungan hidup PDIP.

“Alam Sedang Tidak Seimbang”

Dalam pidatonya, Hasto menyinggung serangkaian bencana alam termasuk banjir besar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tanda alam sedang menuju ketidakseimbangan.

“Kalau kita lihat secara kebatinan yang tumbuh subur di Jogja, maka nampak bagaimana alam raya saat ini terjadi ketidakseimbangan. Seperti dalam cerita wayang, sekarang terjadi Goro-Goro di republik ini akibat ulah kita yang merusak alam,” ujar Hasto.

READ  DPR Soroti Kucuran Dana Rp 200 Triliun Menkeu Purbaya, Pemerintah Pastikan Udang Indonesia Bebas Radioaktif

Teladan Bung Karno dan Megawati: Setiap Biji Punya Hak Hidup

Hasto kemudian menjelaskan filosofi ekologis yang dijalankan Bung Karno dan Megawati dalam kehidupan sehari-hari. Bung Karno, katanya, tidak memberikan izin konsesi hutan kepada korporasi. Sementara Megawati konsisten menolak penambahan konsesi lahan sawit dan menjadikan gerakan menanam pohon sebagai kultur partai.

“Bu Mega mengumpulkan biji salak, mangga, klengkeng, durian. Semua biji-bijian itu dilarang dibuang. Setelah dipersiapkan lalu ditanam. Jadilah Ibu Mega punya kebon penuh tanaman dari biji-bijian yang dikumpulkan,” cerita Hasto.

Ia menambahkan, kebiasaan sederhana lain juga mencerminkan kepedulian Megawati terhadap lingkungan. Sisa teh tidak dibuang, tetapi dikembalikan ke tanaman karena bersifat organik. Kulit kacang pun dikumpulkan untuk menyuplai kalium pada tanaman.

READ  Elvizar Jadi Tersangka Dua Kasus Korupsi: Digitalisasi SPBU Pertamina dan EDC BRI

“Nilai-nilai itu berasal dari ajaran Tat Twam Asi — engkau adalah aku, aku adalah engkau. Setiap pohon punya jiwa, punya kehidupan,” kata Hasto.

Kerusakan Lingkungan dan Kritik terhadap Sistem yang Tidak Adil

Hasto mengaitkan bencana alam dengan sistem yang menurutnya tidak adil dan sarat kapitalisasi politik. Ia menyebut konversi hutan menjadi lahan sawit sebagai salah satu penyebab kerusakan alam.

“Ibu Mega mengatakan sawit adalah tanaman yang arogan,” tegas Hasto.

Ia menilai bencana muncul karena ketidakadilan dalam penguasaan lahan serta lemahnya penegakan hukum terhadap tambang ilegal dan pembalakan liar.

“Tidak ada redistribusi aset sebagaimana dicanangkan Bung Karno,” tambahnya.

Pantun Keadilan dan Aksi Nyata untuk Lingkungan

Sebagai bentuk kontemplasi, Hasto membacakan pantun bertema keadilan:

“Yogyakarta, kota budaya,

READ  Basuki Hadimuljono Laporkan Perkembangan IKN ke Istana, Fokus Penetapan Ibu Kota Politik 2028

Mahakarya Indonesia Raya,

PDI Perjuangan berjiwa kesatria,

Tegakkan keadilan untuk semua.”

Ia menegaskan bahwa justice for all harus menjadi tema sentral dalam pengelolaan partai dan tindakan politik.

Untuk langkah konkret, Hasto menginstruksikan kader PDIP di Yogyakarta membersihkan Kali Code dan Kali Winongo dalam rangka HUT Partai. Ia juga mendorong kader meniru kebiasaan Megawati mengumpulkan botol bekas untuk dipakai sebagai nursery bibit tanaman.

Solidaritas sosial diwujudkan dalam pengumpulan dana untuk membantu korban bencana.

Hasto menutup sambutannya dengan pantun kedua:

“Mewayu Hayuning Bawono,

Falsafah kehidupan penjaga sejarah.

PDI Perjuangan membangun tekad bersama,

Merawat pertiwi panggilan hidup kita.”

Ia meyakini bahwa dengan menginternalisasi filosofi menghargai kehidupan dan memperjuangkan keadilan ekologis, kader PDIP dapat menjadi bagian dari solusi atas ketidakseimbangan alam yang terjadi.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News