Menu

Mode Gelap

News · 26 Sep 2025 18:18 WITA

Kasus Keracunan Massal, BGN Tutup 40 Dapur Program Makan Bergizi Gratis


 Kasus Keracunan Massal, BGN Tutup 40 Dapur Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul lonjakan kasus keracunan massal yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (26/9), Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang mengumumkan bahwa pihaknya telah menutup sementara 40 dapur MBG yang terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.

“Dari 45 dapur yang tidak sesuai aturan, 40 dapur kami tutup untuk batas waktu yang tidak kami tentukan,” tegas Nanik.

Penutupan dilakukan usai investigasi internal BGN menemukan pelanggaran serius yang mengancam kesehatan ribuan penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen BGN terhadap keamanan pangan, sekaligus merespons tingginya angka korban yang dilaporkan dalam dua bulan terakhir.

Ultimatum BGN: Satu Bulan Lengkapi Tiga Sertifikat atau Ditutup Permanen

READ  Puluhan Pelajar di Lampung Timur Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Roti Sosis Diduga Penyebabnya

Selain penutupan dapur bermasalah, BGN juga mengirimkan surat resmi kepada seluruh mitra penyedia MBG, meminta mereka untuk segera melengkapi tiga syarat utama:

1. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

2. Sertifikat Halal

3. Sertifikat Kelayakan Air Bersih

Mitra yang gagal memenuhi persyaratan dalam waktu 30 hari ke depan akan dikenai sanksi berupa penghentian operasional secara permanen.

“Kalau dalam waktu sebulan tidak punya tiga sertifikat itu, kami akan menutup,” ujar Nanik.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kontrak kemitraan dalam program MBG hanya berlaku satu tahun dan dapat dihentikan secara sepihak jika ditemukan pelanggaran berat yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Kami tidak akan main-main dengan kesehatan anak. Akibat dari 45 dapur ini, sekarang 9.400 yang lain bisa jadi terancam,” lanjutnya.

Kasus Keracunan Tembus 4.711 Orang, Jawa Tertinggi

READ  Reformasi Pendidikan Jadi Sorotan di ASEAN for the Peoples Conference 2025, Anies Baswedan: Kita Punya "Dreams Gap"

Data BGN mencatat lonjakan signifikan kasus keracunan makanan yang terjadi dalam program MBG sejak Agustus hingga September 2025. Hingga 22 September 2025, tercatat total korban mencapai 4.711 orang, dengan sebaran tertinggi di wilayah Pulau Jawa sebanyak 2.606 kasus.

Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, di mana ratusan siswa mengalami keracunan massal setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Cipongkor. Pemerintah Kabupaten setempat bahkan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Evaluasi Menyeluruh dan Pengawasan Ketat Diperintahkan

Menanggapi situasi darurat ini, BGN menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur dan mitra program MBG. Selain itu, pengawasan lapangan akan ditingkatkan, termasuk inspeksi mendadak dan audit berkala yang dibantu oleh Dinas Kesehatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

READ  Ekonom UPN Jakarta: Pembekuan SPPG Tak Cukup, Sistem MBG Harus Dibenahi Menyeluruh

“Kami tidak bisa toleransi lagi. Kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami,” kata Nanik.

Program Strategis Nasional Diuji oleh Kecerobohan Mitra

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk mengatasi stunting, meningkatkan gizi anak, dan menunjang prestasi pendidikan. Namun, serangkaian insiden keracunan ini menjadi tamparan keras terhadap pengawasan kualitas pelaksanaannya.

Pemerintah pusat diminta segera memperketat standarisasi dan sertifikasi mitra penyedia, serta memastikan setiap elemen rantai pasok — dari dapur hingga distribusi — menjalankan prinsip keamanan pangan secara konsisten.

Penutup

Langkah tegas BGN dalam menutup 40 dapur bermasalah menjadi sinyal kuat bahwa standar kesehatan dan keselamatan dalam program-program publik tidak bisa ditawar.

Dengan waktu satu bulan untuk pembenahan, masa depan program MBG kini bergantung pada komitmen dan integritas para mitra penyedia.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional