Menu

Mode Gelap

News · 6 Sep 2025 21:47 WITA

Kejagung Tanggapi Hotman Paris yang Klaim Nadiem Tak Terima Aliran Dana Kasus Laptop


 Kejagung Tanggapi Hotman Paris yang Klaim Nadiem Tak Terima Aliran Dana Kasus Laptop Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) angkat bicara menanggapi pernyataan pengacara Hotman Paris yang menyebut kliennya, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Nadiem Makarim), tidak menerima aliran dana dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Program Digitalisasi Pendidikan 2019–2022.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengatakan pihaknya tidak bisa banyak berkomentar terkait klaim tersebut. Ia menegaskan proses hukum masih berjalan dan semua pihak harus menghormati asas praduga tak bersalah.

“Mohon maaf saya tidak bisa berkomentar karena perkara ini sedang dalam tahap penyidikan. Biarkan saja berjalan sesuai ketentuan dan kita menghormati asas praduga tak bersalah terhadap yang bersangkutan,” ujar Anang saat dihubungi, Sabtu (6/9).

READ  Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus 19 Kali dalam Enam Jam, Status Tetap Level IV (Awas

Anang menambahkan, penyidik masih terus bekerja untuk mendalami seluruh aliran dana dan fakta hukum dalam perkara ini.

“Biar penyidik mendalami untuk mengungkap semua fakta hukum dan pihak-pihak yang terlibat nantinya,” imbuhnya.

Kasus Laptop Rp9,3 Triliun

Kejagung sebelumnya menetapkan Nadiem Makarim sebagai tersangka bersama empat orang lainnya, yakni:

Mulyatsyah, Direktur SMP Kemendikbudristek 2020–2021

Sri Wahyuningsih, Direktur SD Kemendikbudristek 2020–2021

Jurist Tan, mantan staf khusus Mendikbudristek

Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek

Program Digitalisasi Pendidikan itu meliputi pengadaan 1,2 juta unit laptop Chromebook dengan total anggaran Rp9,3 triliun. Namun, proyek tersebut dinilai tidak efektif, terutama di wilayah 3T yang minim akses internet.

READ  Konsultan Pajak Ungkap Alasan Lonjakan Nilai Saham Nadiem Makarim pada 2022

Dari hasil penyidikan, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp1,98 triliun, terdiri dari kerugian akibat software CDM sebesar Rp480 miliar dan mark up harga laptop sekitar Rp1,5 triliun.

Hotman Paris Bandingkan dengan Kasus Lembong

Menanggapi status tersangka kliennya, Hotman Paris menilai kasus Nadiem mirip dengan perkara korupsi impor gula kristal yang sempat menyeret mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.

“Nasib Nadiem sama dengan nasib Lembong. Tidak ada satu rupiah yang jaksa temukan uang masuk ke kantongnya Nadiem,” kata Hotman kepada wartawan, Kamis (4/9).

READ  Lagu “17 Agustus” Karya Husein Mutahar, Simbol Perjuangan yang Tetap Membakar Semangat Kemerdekaan

Menurutnya, penyidik tidak menemukan satu sen pun aliran dana kepada Nadiem terkait pengadaan laptop tersebut.

“Sama persis dengan kasus Lembong,” tambah Hotman.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

KPK Jelaskan Rumah Jampidsus di Sentul yang Tidak Tercantum dalam LHKPN, Diduga Atas Nama Nominee

11 Juli 2026 - 03:02 WITA

Polda Metro Jaya Dalami Status Kepemilikan Rumah di Sentul yang Digeledah dalam Kasus Dugaan Korupsi

11 Juli 2026 - 02:04 WITA

KPK Kembali Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas usai Dinyatakan Pulih

11 Juli 2026 - 01:58 WITA

Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi Besar

11 Juli 2026 - 01:46 WITA

Ketua DPC PDIP Sukoharjo Buka Suara Usai OTT KPK terhadap Bupati Etik Suryani

11 Juli 2026 - 01:36 WITA

Kejagung Dalami Keterlibatan 47 Nama dalam Kasus Korupsi Program MBG di BGN

11 Juli 2026 - 01:30 WITA

Trending di News