Menu

Mode Gelap

Kriminal · 26 Okt 2025 10:34 WITA

KKB Kembali Tebar Teror di Papua, Warga Bugis Jadi Korban Penganiayaan Berat di Yahukimo


 KKB Kembali Tebar Teror di Papua, Warga Bugis Jadi Korban Penganiayaan Berat di Yahukimo Perbesar

SOALINDONESIA–YAHUKIMO Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Papua. Seorang warga asal Suku Bugis bernama Ambotang menjadi korban penganiayaan berat yang diduga dilakukan oleh simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengaku berasal dari Kodap XVI Yahukimo.

Peristiwa tersebut terjadi di Perempatan Pasar Baru, Jalan Sosial, Dekai, pada Rabu (22/10/2025) sekitar pukul 18.45 WIT. Korban, yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta, diserang secara brutal saat sedang duduk di depan kios miliknya.

“Korban mengalami luka robek pada leher kiri, siku kiri, dan rusuk kiri akibat serangan menggunakan senjata tajam jenis kapak,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/10/2025).

Aparat Bertindak Cepat

Menanggapi laporan tersebut, personel Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo segera bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas langsung mengevakuasi korban ke UGD RSUD Dekai untuk mendapatkan perawatan medis.

READ  Bupati Pati Sudewo Diduga Terima Suap Rp720 Juta dalam Kasus Proyek Jalur KA DJKA

“Setelah menerima laporan melalui radio HT, tim gabungan segera menuju lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Saat ini korban dalam keadaan sadar, namun masih mengalami syok berat sehingga belum bisa dimintai keterangan secara detail,” tambah Brigjen Faizal.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, penganiayaan dilakukan secara tiba-tiba oleh dua orang pelaku yang diduga merupakan masyarakat asli Yahukimo. Usai menyerang, kedua pelaku melarikan diri ke arah Jalan Sosial Kalibonto.

Barang Bukti Kapak Ditemukan

Dari lokasi kejadian, aparat menemukan barang bukti berupa sebuah kapak yang digunakan pelaku dan sepasang sandal berwarna putih biru.

READ  Ayah Diplomat Muda Arya Daru Tolak Anggapan Bunuh Diri, Keluarga Minta Kasus Diusut Tuntas

“Berdasarkan hasil analisa awal, pelaku diduga merupakan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo. Aksi ini dilakukan untuk meningkatkan eksistensi kelompok dan memicu ketidakstabilan keamanan di wilayah Yahukimo,” jelas Brigjen Faizal.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk teror terhadap warga sipil dan merupakan upaya KKB untuk menebar ketakutan di masyarakat.

“Kami mengecam keras aksi penyerangan terhadap warga sipil ini. Aparat gabungan saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan jaringan yang terlibat,” tegasnya.

Aparat Perkuat Pengamanan Yahukimo

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menyatakan bahwa aparat tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi kelompok atau individu yang mencoba mengacaukan situasi keamanan di Papua.

READ  Hari ke-6 Evakuasi Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 20 Korban Tewas, 15 Belum Teridentifikasi

“Kami akan memperkuat patroli dan pengawasan di sejumlah titik strategis. Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan. Kami pastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi,” ujar Adarma.

Hingga Minggu (26/10), situasi di Dekai, Kabupaten Yahukimo, dilaporkan aman dan terkendali. Aparat gabungan masih melakukan pengumpulan keterangan (pulbaket) dari sejumlah saksi untuk memperdalam penyelidikan.

Imbauan untuk Warga

Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau orang tidak dikenal di lingkungan mereka.

“Kami terus berkomitmen menjaga keamanan masyarakat di Yahukimo dan sekitarnya. Partisipasi warga sangat penting untuk membantu aparat dalam menjaga stabilitas di Papua,” tutup Brigjen Faizal.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News