Menu

Mode Gelap

News · 27 Nov 2025 04:02 WITA

KPK Geledah Kantor PT Widya Satria di Surabaya, Bawa Tiga Koper Diduga Berisi Dokumen Proyek Ponorogo


 KPK Geledah Kantor PT Widya Satria di Surabaya, Bawa Tiga Koper Diduga Berisi Dokumen Proyek Ponorogo Perbesar

SOALINDONESIA–PONOROGO Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor perusahaan konstruksi PT Widya Satria di Jalan Ketintang Permai No.20, Blok BB, Kota Surabaya, Rabu (26/11). Penggeledahan diduga terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Pantauan di lokasi, sejumlah penyidik keluar dari kantor perusahaan sekitar pukul 20.00 WIB sambil membawa dua koper hitam dan satu koper biru. Koper-koper tersebut langsung dimasukkan ke bagasi dua mobil hitam yang terparkir di depan kantor.

KPK Periksa Dokumen Proyek dan Sita Ponsel Pegawai

Pemilik saham PT Widya Satria, Erlangga Satriagung, membenarkan bahwa penyidik KPK memeriksa dokumen terkait proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan di wilayah Ponorogo.

“Penggeledahan mulai jam 11.00 sampai jam 20.00. Mereka lihat data-data proyek di Ponorogo. Kesimpulannya saya belum tahu. Tapi Insyaallah kami mengerjakan proyek sesuai prosedur, sesuai SOP. Doakan saja enggak ada masalah,” ujar Erlangga di lokasi.

READ  UU MD3 Digugat Mahasiswa ke MK, Minta Rakyat Bisa Memecat Anggota DPR

Ia menambahkan bahwa penyidik turut membawa ponsel miliknya serta ponsel direksi dan pegawai lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Berkas-berkas proyek yang banyak itu, kemudian handphone direksi yang lain juga dibawa,” jelasnya.

KPK Periksa Komputer Kantor, Fokus pada Proyek Monumen Reog

Menurut Erlangga, penyidik juga memeriksa seluruh komputer kantor untuk menelusuri data digital perusahaan.

“Komputer sudah dilihat semua. Kami menghormati proses ini, semoga pemeriksaannya teliti,” katanya.

Ia menyebut bahwa penggeledahan berkaitan dengan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.

“Iya, soal proyek reog itu saja. Nilainya sekitar 50 atau 60 miliar,” ujarnya.

READ  Puan Apresiasi Korsel atas Penghargaan PMI Sugianto, Penyelamat Lansia Saat Kebakaran Hutan

Erlangga mengaku tidak mengetahui detail teknis pelaksanaan proyek karena posisinya hanya sebagai pemegang saham.

Siap Jika Dipanggil KPK

Erlangga menyatakan kesiapannya apabila dipanggil untuk diperiksa lebih lanjut oleh KPK.

“Loh ya harus siap. Kita warga negara tunduk pada hukum. Kalau aparat manggil, ya harus datang,” tegasnya.

Latar Belakang Kasus: PT Widya Satria Pemenang Tender Proyek Rp 84 Miliar

PT Widya Satria merupakan pemenang tender pembangunan MRMP berdasarkan data LPSE Kabupaten Ponorogo.

Nilai proyek mencapai Rp 84.088.970.000, dengan nilai HPS sebesar Rp 76.572.000.000.

Hingga kini, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait penggeledahan tersebut.

Kasus Korupsi yang Menjerat Bupati Ponorogo

Penggeledahan di Surabaya ini berkaitan dengan dugaan korupsi yang terungkap setelah KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Ponorogo pada Jumat, 7 November 2025.

READ  Elvizar Jadi Tersangka Dua Kasus Korupsi: Digitalisasi SPBU Pertamina dan EDC BRI

Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan empat tersangka:

1. Sugiri Sancoko, Bupati Ponorogo

2. Agus Pramono, Sekda Ponorogo

3. Yunus Mahatma, Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo

4. Sucipto, pihak swasta rekanan RSUD

KPK mengungkap setidaknya tiga perkara dalam kasus ini:

1. Suap Mutasi Jabatan

Sugiri diduga menerima Rp 1,25 miliar dalam tiga kali pemberian dari Yunus Mahatma dengan Agus Pramono sebagai penerima bersama.

2. Suap Proyek RSUD Dr. Harjono

Sugiri dan Yunus diduga menerima Rp 1,4 miliar dari Sucipto selaku rekanan proyek.

3. Gratifikasi

Sugiri diduga menerima:

Rp 225 juta dari Yunus Mahatma (2023–2025)

Rp 75 juta dari pihak swasta bernama Eko

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional