Menu

Mode Gelap

News · 2 Des 2025 04:11 WITA

KPK Panggil Ridwan Kamil Terkait Korupsi Iklan Bank BJB, Surat Pemeriksaan Sudah Dikirim Sepekan Lalu


 KPK Panggil Ridwan Kamil Terkait Korupsi Iklan Bank BJB, Surat Pemeriksaan Sudah Dikirim Sepekan Lalu Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepada mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK). Pemanggilan ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan pada Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu membenarkan pemanggilan tersebut. Ia menyebut surat panggilan sudah dikirimkan sejak pekan lalu.

“Panggilan sudah kita layangkan. Yang jelas dari kami itu sudah dikirim, diterimanya mudah-mudahan sudah, karena itu seminggu yang lalu,” ujar Asep kepada wartawan, Senin (1/12/2025).

Meski demikian, Asep belum mengungkap materi pemeriksaan yang akan didalami penyidik terhadap RK.

“Materinya belum bisa kami sampaikan,” kata Asep.

Hingga kini, Ridwan Kamil belum memberikan keterangan kepada publik terkait pemanggilan penyidik KPK tersebut.

READ  Ribuan Jamaah Padati Maulid Akbar dan Khaul Khalwatiyah Samman di Maros, Menteri Agama Sampaikan Pesan Kebersamaan

Pemeriksaan Soal Mobil Eks Presiden dan Aliran Dana

Dalam rangkaian penyidikan kasus korupsi BJB, KPK sebelumnya telah memeriksa Ilham Habibie, putra Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Pemeriksaan terkait penjualan mobil Mercedes-Benz milik keluarga Habibie yang dibeli Ridwan Kamil.

Ilham menyebut mobil tersebut dibeli RK secara cicilan namun belum lunas.

“Mobil itu dibeli, dicicil tapi belum lunas. Harganya Rp 2,6 miliar, tapi tidak ada kontrak. Yang sudah dibayar Rp 1,3 miliar,” ujar Ilham usai pemeriksaan, Rabu (3/9).

Mobil tersebut kini masih atas nama BJ Habibie, sudah dicat ulang dari silver menjadi biru metalik, dan berada di salah satu bengkel di Bandung. KPK menyita kendaraan itu karena diduga dibeli menggunakan dana hasil korupsi Bank BJB.

READ  127 Pelajar di Purworejo Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis, 23 Dirawat Inap

Selain Ilham, KPK juga memeriksa selebgram Lisa Mariana terkait dugaan penerimaan dana dari RK. Lisa mengakui sempat menerima uang terkait kasus tersebut.

Modus Korupsi: Manipulasi Iklan Rp 300 Miliar

Kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan pengadaan dan penempatan iklan Bank BJB pada 2021–2023. KPK telah menetapkan lima tersangka:

Yuddy Renaldi, Dirut BJB

Widi Hartoto, Pimpinan Divisi Corporate Secretary BJB

Ikin Asikin Dulmanan, pemilik agensi Antedja Muliatama & Cakrawala Kreasi Mandiri

Suhendrik, pemilik agensi BSC & Wahana Semesta Bandung Ekspress

R. Sophan Jaya Kusuma, pemilik agensi Cipta Karya Mandiri Bersama & Cipta Karya Sukses Bersama

KPK menduga ada praktik kongkalikong antara pejabat BJB dan sejumlah agensi iklan. Dari total anggaran sekitar Rp 300 miliar, hanya sekitar Rp 100 miliar yang benar-benar digunakan untuk pemasangan iklan.

READ  Wapres Gibran Soroti Trade Misinvoicing, Dinilai Picu Kebocoran Dana Negara

Ada selisih Rp 222 miliar yang diduga fiktif dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana non-bujeter di lingkungan BJB.

KPK kini mendalami siapa penggagas dana non-bujeter tersebut dan ke mana dana itu mengalir.

Penggeledahan Rumah RK dan Kantor BJB

Dalam proses penyidikan, KPK telah menggeledah rumah Ridwan Kamil serta kantor pusat Bank BJB. RK sebelumnya menyatakan siap bekerja sama dengan penyidik.

Sementara itu, kelima tersangka dalam perkara ini belum ditahan, namun telah dikenakan pencekalan ke luar negeri. Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tipikor.

Penyidik masih menunggu kehadiran Ridwan Kamil untuk memberikan keterangannya dalam agenda pemeriksaan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News