Menu

Mode Gelap

News · 22 Okt 2025 23:02 WITA

Menkeu Purbaya Siap Tampung Keluhan Pelaku Usaha, Jadi “Hakim Dadakan” di Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah


 Menkeu Purbaya Siap Tampung Keluhan Pelaku Usaha, Jadi “Hakim Dadakan” di Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dirinya siap menampung berbagai keluhan dan hambatan yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pelaksanaan program strategis nasional, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya akan bergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) II di bawah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah yang baru saja dibentuk oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Pokja II memiliki fokus utama pada implementasi program, penyelesaian hambatan (debottlenecking), dan koordinasi dengan dunia usaha.

“Saya juga bagian dari Pokja II ya. Di Pokja II juga ada tim debottlenecking yang mengatasi masalah-masalah yang bukan program prioritas pemerintah, artinya yang di luar pemerintah,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

“Hakim Dadakan” untuk Dunia Usaha

READ  Menkeu Purbaya Tunggu Izin Mensesneg untuk Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA

Dalam menjalankan tugasnya, Menkeu Purbaya menyebut dirinya akan berperan layaknya “hakim dadakan” yang akan menampung pengaduan langsung dari para pelaku usaha. Setiap pekan, ia akan menggelar forum penyelesaian masalah dengan melibatkan kementerian atau lembaga terkait.

“Nanti saya akan terima pengaduan dari para pelaku bisnis. Saya akan menggelar perkara setiap minggu, saya yang pimpin langsung. Kalau ada masalah yang terkait hukum dan peraturan, akan kita teruskan ke Pokja III,” jelasnya.

Langkah ini, kata Purbaya, diharapkan mampu memangkas tumpukan birokrasi, mempercepat realisasi program pemerintah, dan memperbaiki iklim usaha secara menyeluruh.

“Dengan sistem seperti ini, saya harapkan pelan-pelan semua kendala, baik di pemerintah maupun di dunia usaha, bisa kita hilangkan secara bertahap,” tambahnya.

Iklim Investasi Diprediksi Membaik

Lebih lanjut, Purbaya menilai skema koordinasi lintas pokja ini akan berdampak langsung terhadap perbaikan iklim investasi nasional. Ia optimistis, dalam enam bulan ke depan, dunia usaha akan merasakan perubahan signifikan dari sisi kemudahan berusaha dan percepatan layanan publik.

READ  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa: Hampir Rp 7 Triliun dari Wajib Pajak Menunggak Masuk ke Kas Negara

“Saya harapkan nanti dengan jalannya sistem ini, dalam beberapa bulan ke depan—mungkin setengah tahun—iklim investasi kita sudah membaik secara signifikan. Sehingga ekonomi kita bisa tumbuh lebih cepat dari sekarang,” ungkapnya.

Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto resmi membentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas bersama Presiden Prabowo pekan lalu.

Satgas ini dibentuk untuk menyatukan langkah lintas kementerian dalam mempercepat implementasi program prioritas nasional.

“Tujuannya adalah mengoordinasikan dan mengonsolidasikan program strategis pemerintah agar bisa diselesaikan tepat waktu, mencapai target dan sasaran, serta memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Airlangga di kesempatan yang sama.

READ  Kuota Pupuk Subsidi Melimpah, Zulhas: Petani Silakan Ajukan Tambahan, Tapi Jangan Ada Makelar

Tiga Pokja Utama

Satgas ini terdiri dari tiga kelompok kerja (pokja) dengan fokus berbeda:

1. Pokja I – Percepatan realisasi dan pelaksanaan anggaran program strategis pemerintah.

2. Pokja II – Implementasi program dan penyelesaian kendala (debottlenecking), yang diketuai oleh Menkeu Purbaya.

3. Pokja III – Percepatan penyelesaian regulasi dan penegakan hukum.

Program yang menjadi fokus utama di antaranya meliputi paket ekonomi 8+4+5, stimulus ekonomi 2026, lanjutan insentif fiskal, serta penyelesaian hambatan non-tarif dan isu sektoral lintas komoditas.

Dengan terbentuknya Satgas dan pelibatan langsung Menkeu Purbaya di Pokja II, pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor bisa menghadirkan solusi cepat terhadap berbagai hambatan yang selama ini menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita ingin semua program strategis Presiden Prabowo berjalan cepat, tepat, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tutup Purbaya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News