Menu

Mode Gelap

News · 8 Nov 2025 22:43 WITA

Polisi Gerebek Rumah Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Temukan Barang Mirip Bahan Perakit Bom


 Polisi Gerebek Rumah Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta, Temukan Barang Mirip Bahan Perakit Bom Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Utara, Densus 88 Antiteror, dan Puslabfor Mabes Polri menggeledah sebuah rumah di Jalan Mahoni 1, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (7/11). Rumah tersebut diketahui merupakan tempat tinggal terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi saat salat Jumat berlangsung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan penggeledahan dilakukan untuk mencari dan mencocokkan barang bukti (barbuk) yang ditemukan di lokasi ledakan dengan benda-benda yang ada di rumah terduga pelaku.

“Setelah dilakukan pendataan dan pengelolaan barang bukti di lokasi sekolah, tim kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah pelaku. Ditemukan sejumlah alat dan bahan yang memiliki kesamaan dengan temuan di lokasi kejadian,” ujar Budi dalam keterangannya, Sabtu (8/11/2025).

Budi menolak mengungkap detail barang bukti tersebut, namun mengonfirmasi bahwa beberapa benda yang disita diduga mengandung unsur bahan peledak serupa serbuk yang ditemukan di sekolah.

“Ada beberapa kecocokan dari alat dan bahan yang diamankan, tapi untuk detailnya nanti akan dijelaskan oleh Puslabfor Mabes Polri karena mereka yang berwenang dan memiliki keahlian dalam pemeriksaan laboratorium,” tambahnya.

READ  KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut dan Staf Khususnya Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji, Belum Ditahan

Dugaan Pelaku Pernah Dibully

Sementara itu, muncul dugaan bahwa pelaku adalah siswa kelas XII SMAN 72 Jakarta yang diduga mengalami perundungan (bullying) dari teman-temannya. Salah satu siswa, S (17), mengatakan bahwa pelaku disebut sering menjadi korban ejekan di sekolah.

“Katanya dia tuh sering dibully. Mungkin karena itu, dia jadi dendam dan nekat bikin ledakan,” ujar S saat ditemui di sekolah.

S menuturkan, saat kejadian, dirinya tengah berada di masjid bersama ratusan siswa dan guru. “Pas khotbah mau selesai, tiba-tiba ada suara ledakan keras banget di tengah masjid. Semua langsung panik dan lari keluar,” kenangnya.

Menurutnya, ledakan terjadi dua kali dalam rentang sekitar 10 hingga 15 menit. Banyak siswa mengalami luka akibat serpihan benda tajam yang diduga berasal dari isi bom rakitan.

Keterangan Korban dan Saksi Mata

Salah satu korban, A (16), siswa kelas XI, menceritakan situasi mencekam di dalam masjid saat ledakan pertama terjadi.

READ  Kapolri Minta Polantas Lebih Humanis di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70

“Saya di tengah masjid, ledakan pertama dari sebelah kanan sekitar tiga meter. Pas ledakan kedua, semua langsung keluar. Kepala saya kena serpihan kecil, tapi nggak parah,” ujar A sambil menunjukkan perban di dekat telinganya.

Guru Matematika SMAN 72, Totong, yang juga berada di lokasi, mengatakan suara ledakan terdengar dari tiga titik berbeda.

“Saya di saf depan, dengar tiga kali ledakan dari arah berbeda. Setelah itu semua langsung bubar, banyak yang luka,” katanya.

Puluhan korban luka segera dievakuasi ke RS Islam Cempaka Putih untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga Sabtu pagi, tidak ada korban meninggal dunia, namun dua siswa menjalani operasi akibat luka serius.

Pernyataan Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan bahwa pelaku merupakan siswa SMAN 72 Jakarta. Ia menegaskan Polri masih mendalami motif di balik aksi tersebut, termasuk dugaan pelaku terpapar ideologi ekstrem atau mengalami tekanan sosial di sekolah.

READ  Sahidin Tantang BGN Ungkap Nama Politikus yang Minta Jatah Dapur MBG: "Kalau Ada, Tunjuk Saja!"

“Kami masih dalami semua kemungkinan, apakah pelaku terpapar paham tertentu, konten radikal, atau ada motif pribadi seperti bullying. Semua akan disampaikan setelah penyidikan tuntas,” kata Listyo di Jakarta, Sabtu (8/11).

Kapolri memastikan kondisi pelaku yang juga terluka akibat ledakan kini berangsur membaik dan sudah menjalani perawatan pascaoperasi.

Polisi Amankan Lokasi dan Data Digital

Selain menyita barang fisik dari rumah terduga pelaku, tim siber Polri juga tengah menelusuri jejak digital berupa percakapan, media sosial, dan akses situs yang mungkin digunakan pelaku untuk mempelajari pembuatan bahan peledak.

“Kita temukan beberapa perangkat elektronik dan catatan. Itu semua sedang diperiksa oleh tim siber,” ujar salah satu penyidik di lokasi penggeledahan.

Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan seluruh proses kepada aparat penegak hukum.

“Kami imbau agar publik tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Saat ini semua masih dalam tahap penyelidikan mendalam,” tutup Budi Hermanto.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News