Menu

Mode Gelap

News · 30 Nov 2025 17:59 WITA

Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Khusus Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi


 Polisi Jadwalkan Gelar Perkara Khusus Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Polda Metro Jaya menjadwalkan gelar perkara khusus terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Langkah ini diambil setelah adanya permohonan resmi dari tim penasihat hukum Roy Suryo, Tifauziah Tyassuma, dan Rismon Hasiholan Sianipar.

“Atas permintaan tiga orang pertama yang sudah diperiksa, mereka mengajukan gelar perkara khusus. Saat ini penyidik sedang berkoordinasi dengan Wasidik untuk menentukan waktu pelaksanaannya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermato, Sabtu (29/11/2025).

Setelah Gelar Perkara, Polisi Akan Periksa Saksi dan Ahli

READ  Dasco: DPR Tidak Terlibat dalam Komite Reformasi Polri, Tapi Akan Melakukan Pengawasan

Budi menjelaskan bahwa setelah gelar perkara khusus selesai, penyidik akan melanjutkan proses dengan memanggil saksi dan ahli yang diajukan pihak pelapor. Setelah itu, penyidik berencana memeriksa lima tersangka dari klaster lainnya, yaitu:

Eggi Sudjana

Kurnia Tri Rohyani

Damai Hari Lubis

Rustam Effendi

Muhammad Rizal Fadillah

“Penyidikan ini memiliki beberapa tahapan yang terus kami dalami,” kata Budi.

Untuk saat ini, polisi memilih fokus merampungkan gelar perkara khusus sebelum masuk pada pemeriksaan lanjutan.

Roy Suryo Cs Kembali Ajukan Permohonan Gelar Perkara

Sebelumnya, tim hukum Roy Suryo Cs kembali mengajukan permohonan gelar perkara khusus. Penasihat hukum mereka, Ahmad Khozinudin, menyebut pengajuan sebelumnya yang dilakukan pada 21 Juli 2025 tidak kunjung ditindaklanjuti.

READ  Anggota Komisi III DPR Lola Nelria Ingatkan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc MA Jaga Integritas

“Sampai hari ini tidak pernah ditindaklanjuti. Hari ini kami kembali menyerahkan permohonan gelar perkara khusus ke Biro Wasidik,” ujar Khozinudin di Polda Metro Jaya, Kamis (20/11/2025).

Khozinudin menilai situasi ini janggal, sebab gelar perkara khusus sempat dilakukan oleh Mabes Polri saat kasus yang sama masih dalam tahap penyelidikan.

Pertanyakan Transparansi Polda Metro Jaya

Menurut Khozinudin, ketika status perkara sudah naik ke tahap penyidikan, tidak ada alasan bagi kepolisian untuk menunda atau menolak pelaksanaan gelar perkara khusus. Ia menyinggung komitmen Polri untuk meningkatkan transparansi publik.

READ  Aktivis 98 Faizal Assegaf Usulkan Polri Ditempatkan di Bawah Kementerian Keamanan

“Hari ini sudah penyidikan, sehingga tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak melakukan gelar perkara khusus, apalagi di tengah wacana perbaikan kinerja institusi,” kata dia.

Khozinudin menegaskan pihaknya akan terus menagih konsistensi Polri dalam penanganan kasus tersebut.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News