Soalindonesia–Jakarta Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan atas penghargaan yang diberikan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) Sugianto atas aksi kemanusiaannya menyelamatkan warga lanjut usia saat kebakaran hutan di Korea Selatan.
Apresiasi tersebut disampaikan Puan saat menerima kunjungan Ketua Majelis Nasional Republik Korea Woo Won-Shik di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
“Yang Mulia, izinkan saya menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Korea kepada Bapak Sugianto, seorang Warga Negara Indonesia atas aksi kemanusiaannya membantu warga lanjut usia yang terdampak kebakaran hutan di Korea Selatan,” ujar Puan dalam pertemuan bilateral tersebut.
Puan menilai tindakan Sugianto mencerminkan nilai luhur bangsa Indonesia, seperti kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong, yang mendapat pengakuan luas dari masyarakat Korea Selatan.
“Tindakan tersebut mencerminkan kepedulian, keberanian, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai luhur masyarakat Indonesia dan diapresiasi oleh masyarakat Korea,” lanjutnya.
Aksi Kemanusiaan PMI Asal Indramayu
Sugianto, PMI asal Indramayu, Jawa Barat, yang bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan, mendapat penghargaan setelah berulang kali mengevakuasi para lansia saat kebakaran hutan melanda Desa Uiseong, Yeongdeok, Provinsi Gyeongsang Utara, pada Maret 2025.
Atas aksi heroiknya, Sugianto dijuluki “pahlawan tersembunyi” oleh warga setempat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di Seoul pada awal Januari 2026.
Selain penghargaan, Sugianto juga menerima Visa F-2, yang memberinya izin tinggal jangka panjang dan membuka peluang untuk memperoleh status penduduk tetap di Korea Selatan.
Menanggapi hal tersebut, Woo Won-Shik menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas keberanian Sugianto yang dinilai menjadi simbol kuat nilai kemanusiaan lintas bangsa.
Perkuat Hubungan Sosial-Budaya Indonesia–Korea
Dalam pertemuan itu, Puan juga menyinggung eratnya hubungan sosial dan budaya Indonesia–Korea Selatan. Menurutnya, interaksi budaya yang semakin intens memperkuat ikatan emosional dan saling pengertian antar masyarakat kedua negara.
“Melalui interaksi budaya, hubungan antar masyarakat tumbuh secara alami, memperkuat saling pengertian, dan membangun ikatan emosional,” kata Puan.
Ia menyoroti kesamaan nilai sosial, seperti gotong royong di Indonesia yang sejalan dengan nilai sangbusangjo di Korea Selatan, sebagai fondasi penting kerja sama lintas komunitas.
Puan juga mendorong penguatan kerja sama di bidang pendidikan, termasuk peningkatan beasiswa dua arah, riset bersama, serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Selain itu, ia menilai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin relevan dalam mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.
“Kami meyakini pariwisata dan ekonomi kreatif semakin relevan bagi hubungan antar masyarakat kedua negara. Kampanye pariwisata bersama dan peningkatan konektivitas akan sangat bermanfaat,” paparnya.
Pertemuan Hangat Antarparlemen
Pertemuan bilateral tersebut berlangsung hangat dan diakhiri dengan jamuan makan siang serta tur Gedung DPR RI. Puan turut memperkenalkan Gedung Kura-Kura DPR, yang dibangun pada era Presiden Soekarno, sebagai simbol peran negara berkembang dalam tatanan global.
Menutup pertemuan, Puan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Woo Won-Shik dan berharap kerja sama antarparlemen Indonesia–Korea Selatan terus diperkuat.
“Terima kasih atas kunjungan Yang Mulia ke DPR RI dan atas dialog yang hangat dan produktif hari ini. Gamsahabnida!” pungkas Puan.











