Menu

Mode Gelap

News · 1 Sep 2025 15:49 WITA

Ratusan Warga Pati Demo di KPK, Desak Bupati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Jalur KA


 Ratusan Warga Pati Demo di KPK, Desak Bupati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Korupsi Jalur KA Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Ratusan warga Pati menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (1/9/2025). Mereka menuntut lembaga antirasuah segera menjerat Bupati Pati, Sudewo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, langsung menemui massa untuk menyampaikan perkembangan penyidikan kasus tersebut.

“Terkait dengan penanganan perkara yang menyangkut Saudara SDW [Sudewo], kami pastikan kepada Bapak Ibu dan masyarakat Pati bahwa penyidikan perkara tersebut masih berproses,” ujar Budi di hadapan warga.

Ia menegaskan, penyidikan membutuhkan kecermatan dalam pengumpulan bukti agar penegakan hukum dilakukan profesional. “Proses ini butuh pendalaman maupun pengumpulan barang bukti. Kami ingin memastikan seluruh penanganan perkara berjalan sesuai asas hukum,” tambahnya.

READ  Dirut PT Wahana Adyawarna, Menas Erwin Djohansyah, Ditangkap KPK Terkait Dugaan Suap di MA

KPK Terbuka Terima Informasi Tambahan

Budi juga menyampaikan bahwa KPK terbuka terhadap informasi dari masyarakat yang bisa memperkuat proses hukum. “Jika ada informasi tambahan yang bisa menjadi pengayaan bagi KPK, kami sangat terbuka. Gedung KPK adalah gedung rakyat,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, warga Pati membawa poster bertuliskan “Tangkap Bupati Pati Sudewo, Bupati Korup” serta potongan berita yang menyinggung dugaan keterlibatan Sudewo.

Nama Sudewo Muncul di Dakwaan

Nama Sudewo, yang juga tercatat dengan ejaan Sudewa, muncul dalam sejumlah dakwaan perkara korupsi jalur kereta api. Ia disebut turut menerima suap sebesar Rp18,39 miliar bersama beberapa pihak lain, dengan jatah pribadi sekitar Rp720 juta pada September 2022.

READ  Mentan Andi Amran Sulaiman Salurkan Bantuan Pompanisasi untuk Petani Terdampak Banjir di Maros

Uang itu diduga diterima melalui staf dari kontraktor proyek, atas sepengetahuan sejumlah pejabat DJKA. Sudewo disebut mendapat bagian 0,5 persen dari nilai proyek sebesar Rp143,5 miliar.

Respons Sudewo

Sudewo sudah pernah diperiksa KPK pada Rabu (27/8). Ia mengaku dicecar soal dugaan aliran dana, namun membantah menerima uang korupsi.

“Kalau soal uang itu sudah dijelaskan, itu adalah pendapatan dari DPR RI. Semua rinci ada pemasukan dan pengeluaran,” kata Sudewo usai pemeriksaan. Ia juga membantah klaim bahwa dirinya telah mengembalikan uang hasil korupsi. “Enggak ada pengembalian uang,” ucapnya.

READ  Presiden Prabowo Kirim Delegasi Unggulan ke COP30 Brasil, Hashim Djojohadikusumo Jadi Utusan Khusus Energi dan Iklim

Latar Belakang

Sudewo menjadi sorotan publik bukan hanya karena dugaan kasus korupsi, tetapi juga kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen, yang memicu gelombang protes warga Pati. Pernyataannya yang dianggap menantang aksi demonstrasi kian menyulut kemarahan warga.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional