Menu

Mode Gelap

News · 8 Nov 2025 15:56 WITA

Sayap Muda Gerindra Tolak Rencana Budi Arie Gabung: “Gerindra Bukan Tempat Persinggahan Politik”


 Sayap Muda Gerindra Tolak Rencana Budi Arie Gabung: “Gerindra Bukan Tempat Persinggahan Politik” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Wacana bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke Partai Gerindra menuai gelombang reaksi dari internal partai besutan Prabowo Subianto. Salah satu yang paling vokal datang dari organisasi sayap kader muda Gerindra, Tunas Indonesia Raya (TIDAR).

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat TIDAR, Rocky Candra, menegaskan bahwa Budi Arie bukan figur yang layak diterima di tubuh Gerindra. Menurutnya, partai berlambang kepala burung garuda itu dibangun dengan idealisme, bukan sekadar ruang persinggahan bagi tokoh yang datang ketika politik sedang “tenang dan cerah”.

“Kami menghormati siapa pun yang ingin berjuang bersama, tapi Gerindra bukan tempat persinggahan bagi mereka yang datang ketika langit politik sedang cerah,” tegas Rocky dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/11/2025).

Kader Muda Gerindra Waspadai Oportunisme Politik

Rocky menyampaikan, keresahan yang muncul di kalangan kader muda tidak lahir dari sikap antipati terhadap individu, melainkan semangat menjaga kemurnian arah perjuangan partai. Ia menilai Gerindra harus tetap berdiri di atas nilai-nilai perjuangan, bukan kompromi politik jangka pendek.

READ  Ribuan Kader Meriahkan Fun Walk HUT ke-14 Partai NasDem, Angkat Semangat Restorasi dan Hidup Sehat

“Sebagian besar kader muda kami tidak anti terhadap keterbukaan. Tapi ada garis yang tak bisa dilanggar. Gerindra dibangun atas dasar pengorbanan, bukan oportunisme,” jelas Rocky.

Ia juga mengingatkan, perjalanan politik Indonesia telah banyak memberi pelajaran — bahwa ancaman terbesar bagi partai besar bukan datang dari luar, tetapi dari infiltrasi internal yang bisa menggerus ideologi dan loyalitas kader.

“Banyak partai besar tumbang bukan karena diserang lawan, melainkan karena dipecah dari dalam. Kami tidak ingin Gerindra mengulangi kesalahan itu,” tegasnya.

Gerindra Harus Dijaga dari Politik Kepentingan

Menurut Rocky, langkah Budi Arie yang sebelumnya dikenal sebagai pimpinan relawan pendukung Presiden Joko Widodo harus dilihat dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerancuan arah perjuangan partai di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Rocky menegaskan bahwa aspirasi kader muda TIDAR di seluruh Indonesia — yang tersebar di 38 provinsi dan 9 perwakilan luar negeri — pada prinsipnya menolak rencana bergabungnya Budi Arie ke Gerindra.

READ  KPK Pertanyakan Legal Standing Paulus Tannos Ajukan Praperadilan Meski Berstatus Buron

“Kami percaya keputusan akhir ada di tangan DPP dan Pak Prabowo. Namun kami ingin menyampaikan suara kader di bawah: jangan sampai partai ini menjadi tempat menumpang bagi mereka yang baru datang setelah kemenangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat perjuangan Gerindra tidak lahir dari kekuasaan, melainkan dari keikhlasan ribuan kader yang berjuang sejak partai berdiri.

“Kami dibesarkan dari semangat pengorbanan. Kami berjuang saat partai ini belum besar, saat suara kami dihitung dengan air mata. Karena itu kami ingin memastikan, yang datang ke rumah ini juga siap berjuang, bukan hanya menumpang nama besar Pak Prabowo,” tegas Rocky.

Percaya pada Kebijaksanaan Prabowo Subianto

Meski menolak secara tegas, Rocky menyatakan bahwa seluruh jajaran TIDAR tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Prabowo Subianto dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam mengambil keputusan strategis.

“Pak Prabowo selalu mengajarkan kami untuk berpikir jernih dan berani berkata benar. Kami yakin beliau tahu siapa yang datang dengan niat tulus, dan siapa yang hanya datang karena melihat kekuasaan,” ujar anggota DPR RI asal Jambi itu.

READ  BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

Rocky menambahkan, Gerindra terbuka bagi siapa pun yang datang dengan semangat perjuangan dan komitmen yang sejalan. Namun, keterbukaan itu tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Gerindra selalu membuka pintu bagi pejuang sejati, tapi bukan untuk mereka yang hanya mencari tempat berlindung di bawah bayang-bayang kekuasaan,” katanya.

TIDAR: Kaderisasi adalah Kunci Menjaga Marwah Partai

Di akhir pernyataannya, Rocky menyoroti pentingnya sistem kaderisasi sebagai benteng utama menjaga soliditas Gerindra. Menurutnya, setiap kader muda Gerindra wajib mengikuti proses pembinaan ideologis secara bertahap, mulai dari Diklat Tunas 1 hingga Tunas 4, sebagai bentuk pematangan karakter dan loyalitas.

“Kami menekankan pentingnya proses. Kader TIDAR dididik untuk disiplin, memahami nilai perjuangan, dan loyal terhadap rakyat serta partai. Itulah cara kami menjaga marwah perjuangan,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News