Menu

Mode Gelap

News · 5 Okt 2025 00:49 WITA

Stok BBM SPBU Swasta Terancam Habis Akhir Tahun, Pemerintah Dorong Pembelian dari Pertamina


 Stok BBM SPBU Swasta Terancam Habis Akhir Tahun, Pemerintah Dorong Pembelian dari Pertamina Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta diprediksi akan habis pada akhir tahun 2025, jika tidak ada kesepakatan untuk membeli base fuel dari PT Pertamina Patra Niaga.

Kondisi ini dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, yang menegaskan bahwa pemerintah telah membuka opsi kolaborasi, namun masih menemui kebuntuan.

“Ya ini pilihan ya, maksudnya mau kosong sampai akhir tahun atau mau ada yang disepakati dengan Pertamina?” ujar Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (4/10/2025).

Kelangkaan Dimulai Sejak Agustus 2025

Sejak Agustus 2025, sejumlah SPBU milik badan usaha swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR dilaporkan mulai mengalami kekurangan pasokan BBM, terutama jenis bensin dengan Research Octane Number (RON) menengah hingga tinggi.

READ  Diduga Dipicu Ledakan Kembang Api, Rumah Kosong di Blimbingsari Sleman Ludes Terbakar

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah menawarkan opsi kepada swasta untuk membeli bahan bakar dasar (base fuel) yang diimpor oleh Pertamina. Namun, skema ini belum disepakati oleh para operator SPBU swasta.

“Kalau Pertamina itu enggak akan kehabisan. Stok ada, base fuel ada. Tapi sekarang tergantung pihak swasta mau beli atau tidak,” jelas Laode.

Penolakan Karena Kandungan Etanol

Salah satu alasan penolakan SPBU swasta untuk membeli base fuel dari Pertamina adalah kandungan etanol di dalam BBM tersebut.

Dua operator besar, Vivo dan BP-AKR, diketahui membatalkan rencana pembelian setelah mengetahui adanya campuran etanol dalam pasokan Pertamina. Kandungan etanol tersebut dianggap tidak sesuai dengan standar operasional mereka.

Pemerintah: Etanol Adalah Hal Umum dan Aman

Laode Sulaeman membantah anggapan bahwa BBM dengan etanol bermasalah. Ia menyebut penggunaan etanol dalam BBM adalah hal yang umum dan aman, bahkan diterapkan di banyak negara maju seperti Amerika Serikat dan Brasil.

READ  El Rumi vs Jefri Nichol Kembali Adu Jotos di “Superstar Knockout: King of the King”

“Kalau di Amerika aja, Shell juga sudah pakai etanol. Di sana bensinnya mengandung etanol, dan itu biasa. Bahkan negara-negara seperti Brasil pakai etanol sampai 20 persen lebih,” kata Laode.

Ia menegaskan bahwa pencampuran etanol adalah bagian dari kebijakan energi berkelanjutan dan tidak mengganggu kinerja mesin kendaraan.

“Penggunaan etanol adalah langkah menuju energi bersih. Kita perlu berpikir ke depan, bukan hanya soal sekarang saja,” ujarnya.

Pertamina Tetap Siap Suplai Pasar

Meski kesepakatan belum terjadi, Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok BBM nasional tetap aman. Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, mengonfirmasi bahwa pihaknya tetap menyiapkan pasokan sesuai kebutuhan nasional.

“Kami tetap siapkan base fuel. Kalau swasta tidak jadi ambil, itu hak mereka. Tapi kami tidak akan biarkan pasar kosong,” tegasnya.

READ  RIncian Gaji dan Tunjangan DPR Terbaru 2025: Bensin Rp7 Juta, Rumah Rp50 Juta

Dampak Potensial: Kelangkaan di SPBU Swasta

Jika penolakan dari pihak swasta terus berlanjut, maka kelangkaan BBM di SPBU non-Pertamina diperkirakan akan meluas, terutama di kota-kota besar yang selama ini mengandalkan keberadaan SPBU seperti Shell dan Vivo.

Pemerintah berharap adanya pembicaraan lanjutan untuk menyamakan persepsi mengenai kandungan etanol, serta membuka opsi kompromi agar kebutuhan energi nasional tetap tercukupi menjelang akhir tahun.

Dorongan untuk Kebijakan Energi Berkelanjutan

Laode menyampaikan bahwa penolakan terhadap etanol seharusnya tidak menjadi hambatan dalam mendorong transisi energi. Ia berharap masyarakat dan pelaku usaha bisa lebih terbuka terhadap energi alternatif yang ramah lingkungan.

“Ini momen untuk edukasi publik bahwa BBM berbasis etanol itu bukan masalah, melainkan bagian dari solusi global,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional