Menu

Mode Gelap

News · 3 Sep 2025 01:13 WITA

Tokoh Agama dan Akademisi Serukan Penyampaian Aspirasi dengan Santun, Tolak Provokasi dan Anarkisme


 Tokoh Agama dan Akademisi Serukan Penyampaian Aspirasi dengan Santun, Tolak Provokasi dan Anarkisme Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sejumlah tokoh agama dan akademisi menyerukan agar masyarakat menyampaikan aspirasi dengan santun serta sesuai koridor hukum di tengah maraknya aksi unjuk rasa belakangan ini. Mereka mengingatkan pentingnya menghindari provokasi, hoaks, dan tindakan anarkis yang dapat merugikan bangsa.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa ajaran agama seharusnya menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, penyampaian pendapat harus dilakukan dengan penuh kesabaran.

“Walaupun perintah agama untuk saling memberikan wasiat kebenaran, namun ketika menyampaikannya adalah dengan kesabaran,” ujar Marsudi dalam sebuah dialog, Selasa (2/9/2025).

READ  Menjelang Sumpah Pemuda, Hasto Kristiyanto Serukan Kebangkitan Maritim Indonesia: “Laut Adalah Masa Depan Bangsa”

Marsudi menambahkan, nilai-nilai agama mesti menjadi pedoman dalam setiap tindakan warga negara, termasuk dalam mengkritisi pemerintah. “Sabar dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang dalam kehidupan, tidak hanya saat demo, maka hal yang negatif harus ditinggalkan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto dalam meredakan situasi dengan melibatkan berbagai tokoh lintas agama. “Tokoh-tokoh agama dari seluruh agama yang ada dikumpulkan, ini yang tidak dimiliki negara lain. Indonesia mempunyai organisasi sosial yang dapat meliterasi masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Marsudi mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi isu-isu menyesatkan. “Kita harus menjaga keamanan bersama, ketertiban bersama, kenyamanan bersama. Ketertiban umum kita wajib menjaganya,” tuturnya.

READ  KPK OTT Petinggi BUMN dan Pihak Swasta di Jakarta

Kebebasan Berpendapat dengan Cara Damai

Pakar Komunikasi Politik Universitas Indonesia, Aditya Perdana, juga menekankan pentingnya menyalurkan kebebasan berpendapat dengan cara damai dan tertib.

“Kebebasan ini harus disalurkan dengan cara-cara yang tertib, tidak anarkis, serta tidak melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Aksi yang destruktif justru berpotensi merugikan masyarakat luas, menimbulkan kerugian materi maupun korban jiwa, dan pada akhirnya melemahkan persatuan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, juga mengajak masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mencari solusi konstruktif. “Pentingnya mencari jalan penyelesaian yang konstruktif dan menghindari tindakan yang berisiko memperkeruh keadaan,” ujarnya.

READ  Menteri Hukum Supratman Dorong Transparansi Pengumpulan Royalti Musik oleh LMKN

Para tokoh agama dan akademisi sepakat bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang harus dijaga. Namun, cara penyampaiannya harus tetap tertib, damai, dan menghormati hak-hak warga negara lain.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News