Soalindonesia–PidieJaya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengunjungi sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh pada Kamis (4/12). Kunjungan dimulai dari Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya—salah satu kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Sumatra.
Sungai Meluap, Rumah Tertimbun Lumpur hingga 1,5 Meter
Di Meunasah Lhok, Nezar menemukan aliran sungai yang meluber ke permukiman akibat pendangkalan parah. Lumpur menutup cekungan sungai hingga rata, membuat air masuk ke kampung-kampung dan menciptakan alur sungai baru.
“Air membanjiri jalan depan rumah warga. Sungainya benar-benar dangkal sampai menciptakan sungai-sungai baru,” kata Nezar.
Ia menilai pemulihan sungai harus segera dilakukan dengan menggali endapan lumpur sepanjang sekitar 1 kilometer agar aliran kembali normal dan rekonstruksi kawasan dapat dimulai.
Rumah warga pun terdampak sangat parah. Banyak yang tertimbun lumpur hingga setinggi 1,5 meter.
“Saya melihat warga, baik pria maupun perempuan, bekerja keras membersihkan rumah dengan skop. Lumpurnya sudah mengeras, ada yang setinggi pintu,” ujarnya.
Pantau Pemulihan Telekomunikasi: 51% BTS Aceh Sudah Aktif
Usai dari Pidie Jaya, Nezar menuju Kabupaten Bireuen untuk memeriksa kondisi jaringan telekomunikasi yang lumpuh akibat padamnya listrik dan putusnya jaringan fiber optik.
“BTS di seluruh Aceh banyak yang tidak berfungsi karena ketiadaan listrik. Sekarang sudah separuhnya menyala. Pekan ini kami targetkan 75–90 persen bisa aktif kembali,” jelasnya.
Menurut Nezar, dari total 3.443 BTS di Aceh, 51% sudah beroperasi kembali. Sebagian besar BTS sebenarnya masih berdiri kokoh, namun tidak dapat menyala karena pasokan listrik terganggu. Beberapa lainnya rusak akibat banjir.
Serahkan Starlink dan Genset untuk Posko Bencana
Dalam kunjungan tersebut, Wamenkomdigi membawa sejumlah perangkat untuk mendukung komunikasi darurat di berbagai titik kritis:
Pidie Jaya
1 unit Starlink
1 unit genset
Diserahkan kepada Bupati Pidie Jaya untuk posko bantuan.
Bireuen
1 Starlink + genset untuk Pemkab Bireuen
2 Starlink + 1 genset untuk Danrem Lilawangsa, Lhokseumawe, melalui Dandim Bireuen
“Alat ini sangat dibutuhkan terutama untuk Lokop, Aceh Timur, di mana lima desa hilang disapu banjir,” kata Nezar.
Jembatan Putus, Bener Meriah Terisolasi: Starlink Diangkut Lewat Jaringan Kabel Warga
Dalam tinjauan ke Jembatan Juli, yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Bener Meriah, Nezar menemukan kondisi sungguh memprihatinkan.
“Jembatan kokoh ini bahkan terputus separuh. Bener Meriah terisolasi,” ujarnya.
Untuk membantu komunikasi warga, ia memberikan:
1 unit Starlink kepada relawan TIK
Perangkat tambahan diseberangkan menggunakan keranjang kabel buatan warga, satu-satunya jalur darurat yang tersisa.
“Kita kirim Starlink dan genset lewat keranjang kabel itu. Semoga membantu kebutuhan komunikasi selama masa tanggap darurat,” tambahnya.
Jaringan FO Putus, Banyak Daerah Terputus Komunikasi
Gangguan telekomunikasi di Aceh makin parah karena beberapa jaringan fiber optik ambruk akibat kerusakan jembatan dan terjangan banjir di sejumlah jalur antarkabupaten.
Pemerintah kini bekerja sama dengan PLN, Pertamina, dan operator telekomunikasi untuk memulihkan jaringan secara bertahap.











