Menu

Mode Gelap

News · 4 Des 2025 22:13 WITA

Wapres Gibran: Ekonomi, Energi, dan Pangan Jadi Penentu Masa Depan Bangsa


 Wapres Gibran: Ekonomi, Energi, dan Pangan Jadi Penentu Masa Depan Bangsa Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan tiga sektor utama yang akan menentukan masa depan Indonesia, yakni ekonomi, energi, dan pangan. Ketiganya menjadi fokus pembangunan pemerintahan saat ini, terutama di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global.

Pesan tersebut disampaikan Gibran dalam video sambutannya pada acara Indonesia Connect Outlook 2026 yang digelar di The Hall Senayan City, SCTV Tower, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

“Saya meyakini acara ini dapat menjadi sarana dalam menjalin kolaborasi dan menghasilkan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa,” ujar Gibran.

Ia menyebut tantangan di masa depan semakin kompleks, sehingga penguatan ketahanan pangan, energi, serta kemandirian ekonomi harus menjadi prioritas nasional.

READ  Sidak Mendadak ke Bank Mandiri, Menkeu Purbaya Apresiasi Penyaluran Dana Pemerintah: 70 Persen Sudah Terserap

“Hal terkait ekonomi, energi, dan pangan adalah hal utama yang menentukan masa depan suatu bangsa. Ini sejalan dengan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” tambahnya.

Seluruh Elemen Bangsa Diminta Terlibat

Wapres mengajak semua pihak—mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga generasi muda—untuk bersama berkontribusi membangun Indonesia.

“Pemerintah tidak akan pernah bisa bekerja sendirian. Pemerintah butuh peran serta seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat,” tegas Gibran.

Indonesia Connect Outlook 2026 Jadi Forum Strategis

Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) Sutanto Hartono menilai tiga sektor yang ditekankan Gibran juga menjadi pilar menuju Indonesia yang lebih maju, dan selaras dengan tema forum tersebut.

READ  Mediasi Kasus Dugaan Pengancaman Erika Carlina dan DJ Panda Belum Capai Titik Damai

Menurutnya, perekonomian nasional menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui efisiensi industri dan penciptaan lapangan kerja.

“Sehingga perusahaan Indonesia mampu bersaing dan memberikan kesejahteraan yang lebih tinggi bagi masyarakat,” kata Sutanto saat membuka acara.

Ia menambahkan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar vital dalam menjaga stabilitas bangsa di tengah ancaman krisis iklim dan dinamika geopolitik internasional.

“Kami berharap dialog hari ini memberikan masukan konstruktif sehingga kita bisa menyambut tahun 2026 dengan optimisme dan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Indonesia 2026

READ  Istana Tanggapi Usulan Hentikan Sementara Program MBG: Evaluasi Jalan, Program Tetap Berlanjut

Indonesia Connect Outlook 2026 dihadirkan sebagai wadah diskusi strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan: pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat. Tujuannya, memperkuat kolaborasi menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Gelaran ini diharapkan mampu menghasilkan formulasi kebijakan yang relevan serta langkah konkret menjawab tantangan nasional di tahun-tahun mendatang.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News