Soalindonesia–YOGYAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk memperluas akses pasar bagi produk usaha mikro dan kecil melalui jaringan ritel modern di seluruh Indonesia.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan di sela pembukaan kegiatan Kumitra di Teras Malioboro, Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku UMKM yang telah menghasilkan produk berkualitas dan siap memasuki pasar yang lebih luas.
“Ini adalah bentuk apresiasi kepada usaha mikro kecil yang telah berproduksi dan tentunya kami bekerja sama dengan asosiasi pengusaha ritel,” ujar Riza.
Menurutnya, kerja sama dengan Aprindo akan berlangsung selama satu tahun dan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dari berbagai daerah yang telah memenuhi standar kualitas, kuantitas, serta kontinuitas produksi.
Melalui kemitraan tersebut, produk UMKM akan memperoleh kemudahan untuk masuk ke jaringan ritel modern yang tergabung dalam Aprindo. Salah satu bentuk dukungannya adalah pembebasan biaya listing fee atau biaya pendaftaran produk baru.
“Ini kita harapkan bisa menjadikan kemudahan dan insentif untuk UMKM kita mendapatkan akses pasar yang lebih luas lagi. Beberapa daerah sudah melaksanakan, dan sekarang kita ingin memperluasnya,” katanya.
Riza menjelaskan, Aprindo menaungi sekitar 500 jaringan ritel modern di Indonesia. Karena itu, kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemasaran produk UMKM secara nasional.
“Itulah kenapa kami bekerja sama dengan Aprindo yang mewadahi sekitar 500 mitra ritel modern secara nasional. Kita harapkan ini bisa menjadi bagian dari upaya bersama memperluas pasar UMKM,” ujarnya.
Kementerian UMKM juga menargetkan semakin banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang dapat memanfaatkan kemitraan tersebut. Upaya ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Riza menilai potensi produk UMKM di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, sangat besar. Menurutnya, banyak pelaku usaha telah memiliki produk yang kreatif dan berkualitas sehingga tantangan berikutnya adalah memperluas akses pemasaran.
“Kita berharap bisa sebanyak-banyaknya, karena ini juga menjadi perhatian kita. Apalagi Yogyakarta memiliki banyak UMKM yang kreatif, produksinya sudah ada, tinggal pasarnya yang harus diperluas,” pungkasnya.
Melalui kemitraan antara Kementerian UMKM dan Aprindo, pemerintah berharap produk-produk UMKM Indonesia semakin mudah menjangkau konsumen melalui jaringan ritel modern, sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.











