Menu

Mode Gelap

News · 8 Agu 2025 15:04 WITA

Ditekan Publik, Bupati Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 Hingga 250 Persen


 Ditekan Publik, Bupati Pati Batalkan Kenaikan PBB-P2 Hingga 250 Persen Perbesar

SOALINDONESIA–PATI Setelah menuai gelombang kritik dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, Bupati Pati Sudewo akhirnya resmi membatalkan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sebelumnya naik drastis hingga 250 persen.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Sudewo dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (8/8/2025) pagi.

Didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kapolresta Pati, Dandim 0718 Pati, serta Kepala Kejaksaan Negeri Pati, Sudewo menegaskan bahwa pembatalan dilakukan demi menjaga ketenangan dan keamanan di wilayahnya.

“Saya memohon maaf kepada masyarakat Kabupaten Pati atas kebijakan kenaikan PBB-P2 yang menimbulkan keresahan. Tujuan awalnya demi pembangunan dan kesejahteraan rakyat, tetapi jika menimbulkan beban, maka saya batalkan,” ujar Sudewo.

READ  Banjir Masih Genangi Jalan Raya Kaligawe Semarang, Lalin Macet dan Dialihkan ke Jalur Alternatif

Dengan keputusan ini, tarif PBB-P2 di Kabupaten Pati akan kembali menggunakan tarif lama yang berlaku pada tahun 2024.

Proyek Strategis Tertunda, Reaksi Masyarakat Terbelah

Sebagai dampak pembatalan kebijakan, sejumlah proyek strategis yang semula dirancang dengan mengandalkan tambahan pendapatan dari PBB-P2 terpaksa ditunda. Proyek-proyek tersebut meliputi:

Revitalisasi Alun-alun Pati

Pembangunan lanjutan RSUD Soewondo

Di tengah pembatalan kebijakan tersebut, reaksi masyarakat terbelah. Sejumlah kelompok menyambut positif langkah Bupati, namun sebagian lain menyatakan kekecewaan yang sudah terlanjur mendalam.

Teguh Istiyanto, Koordinator Lapangan Aksi dari salah satu kelompok warga, menegaskan bahwa pihaknya tetap akan melanjutkan rencana aksi demonstrasi pada 13 Agustus 2025.

READ  Lisa Mariana Dapat Surat Panggilan KPK Terkait Dugaan Korupsi Bank BJB

“Kami sudah terlanjur kecewa dengan cara Bupati menangani polemik ini. Kami tetap akan turun ke jalan dan menyuarakan agar beliau diganti,” tegasnya.

Sementara itu, dukungan datang dari kalangan pemerintahan desa. Joko Waluyo, Kepala Desa Kedalungan, mengapresiasi langkah Bupati yang akhirnya mendengarkan suara rakyat kecil.

“Ini keputusan bijak. Masyarakat kami memang keberatan dengan kenaikan pajak kemarin. Kami harap ke depan komunikasi antara pemkab dan warga bisa lebih baik,” ujarnya.

Menanti Langkah Lanjutan Pemkab Pati

Kini masyarakat menunggu bagaimana langkah Pemkab Pati selanjutnya dalam menyiasati anggaran pembangunan tanpa membebani rakyat kecil. Pengamat kebijakan publik menilai pembatalan ini menjadi pelajaran penting agar setiap kebijakan sensitif dikomunikasikan secara transparan sejak awal.

READ  Penetapan IKN sebagai Ibu Kota Politik Mulai 2028: “Keputusan yang Sangat Bagus”

Meski badai mulai mereda, tensi politik dan sosial di Pati masih tinggi. Keberhasilan pemkab mengelola situasi ini akan sangat menentukan stabilitas pemerintahan ke depan.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News