Menu

Mode Gelap

News · 3 Sep 2025 01:18 WITA

Polresta Mataram Tegaskan Isu Penempatan Sniper di Atas Gedung adalah Hoaks


 Polresta Mataram Tegaskan Isu Penempatan Sniper di Atas Gedung adalah Hoaks Perbesar

SOALINDONESIA–MATARAM Informasi mengenai adanya penempatan penembak jitu (sniper) di sejumlah gedung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), beredar luas di media sosial dan aplikasi percakapan. Kabar yang menyebut sniper menembak secara acak itu langsung dibantah pihak kepolisian.

Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram, Kombes Pol. Hendro Purwoko, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Saya Kapolresta Mataram menegaskan bahwa informasi adanya petugas kepolisian yang menembak dari atas gedung secara acak itu adalah tidak benar (hoaks),” kata Hendro, Selasa (2/9/2025).

Hoaks yang Meresahkan

READ  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Minta Maaf soal Pernyataan Kepemilikan Tanah yang Picu Polemik

Hendro menilai penyebaran isu ini menimbulkan keresahan masyarakat karena narasi yang disebarkan mengandung unsur teror. Pesan berantai itu bahkan meminta warga tidak keluar rumah sejak pukul 22.00 WITA lantaran disebut ada penembakan acak dari atap sejumlah gedung, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, hingga Masjid Khubbul Wathan Islamic Center Mataram.

“Jangan terprovokasi, segera klarifikasi apabila menerima informasi mencurigakan,” imbau Hendro.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial. “Penyebaran informasi yang tidak benar hanya akan memicu keresahan. Kami minta warga tidak ikut menyebarluaskan kabar yang belum terverifikasi,” tegasnya.

READ  Pemerintah Siapkan Cetak Sawah 400 Ribu Hektare di 2026, Anggaran Rp10 Triliun Digelontorkan

Imbauan Kepolisian

Polresta Mataram mengimbau masyarakat tetap tenang dan beraktivitas normal. Hendro menegaskan aparat keamanan tetap siaga menjaga stabilitas wilayah, dan meminta masyarakat mendukung dengan cara menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

Hoaks penempatan sniper ini menambah daftar panjang kabar bohong yang beredar selama situasi politik nasional tengah menghangat. Polisi mengingatkan, menyebarkan berita hoaks dapat dipidana sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Menghapus Jarak, Menghadirkan Harapan: Puskesmas Kai dan Kerja Nyata Bupati Tolikara untuk Pelosok Papua Pegunungan

7 Juni 2026 - 08:52 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Trending di Nasional