Menu

Mode Gelap

News · 9 Sep 2025 16:48 WITA

Polda Papua Tangkap 4 WNA China dan 2 WNI Penambang Ilegal di Jayapura


 Polda Papua Tangkap 4 WNA China dan 2 WNI Penambang Ilegal di Jayapura Perbesar

SOALINDONESIA–PAPUA Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua melalui Subdit Tipiter menangkap empat warga negara asing (WNA) asal China dan dua warga negara Indonesia (WNI) terkait kasus penambangan ilegal di Kali Pur, Distrik Senggi, Kabupaten Jayapura.

Direktur Reskrimsus Polda Papua Kombes I Gusti Gede Era Adhinata mengatakan keenam orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka usai penyidik melakukan penyelidikan dan penyitaan barang bukti di lokasi pada 26 Agustus 2025.

“Lokasi penambangan di Kali Pur sudah dibentangkan police line sejak 26 Agustus lalu,” ujar Kombes Era Adhinata didampingi Kabid Humas Kombes Cahyo Sukarnito di Jayapura, Selasa (9/9).

READ  Sidang Terbuka Kopda F dan Serka N, Prajurit Kopassus Tersangka Kasus Penculikan-Pembunuhan Pegawai Bank

Peran Tersangka

Empat WNA China yang ditangkap masing-masing berinisial:

C.L (46), teknisi mesin survei yang mengawasi produksi dan melatih karyawan WNI.

W.C.D (60), teknisi listrik yang bertugas memperbaiki kerusakan di lokasi.

C.H.T (40), perantara yang menghubungkan investor dengan pihak pemodal.

C.D (41), investor yang ikut terlibat langsung dalam aktivitas penambangan.

Sementara dua WNI yang ditetapkan tersangka adalah:

AAM H.N (47), Direktur PT Saveree Gading International Group, berperan menyediakan modal awal serta sarana prasarana penambangan.

L.H.S (46), penerjemah sekaligus koordinator pembayaran gaji karyawan.

READ  Polda Metro Jaya Jadwalkan Pemeriksaan Lanjutan dr. Richard Lee pada 19 Januari 2026

Barang Bukti dan Hasil Tambang

Dari hasil pemeriksaan, aktivitas penambangan ilegal itu telah berlangsung sejak Mei 2025 dan menghasilkan sekitar 275 gram emas. Emas tersebut diketahui sudah dibawa ke China oleh salah satu tersangka pemodal, yakni berinisial CK.

Ancaman Hukuman

Para tersangka dijerat Pasal 158 juncto Pasal 35 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar. Selain itu, mereka juga dikenakan Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang turut serta dalam tindak pidana.

READ  Top 3 News Hari Ini: Kasus Penyekapan di Pondok Aren, Syukuran Ultah Presiden Prabowo, dan Lahan Sumber Waras Kembali ke Pemprov DKI
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional