Menu

Mode Gelap

News · 15 Sep 2025 16:05 WITA

Harga Daging Ayam Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tenang


 Harga Daging Ayam Naik, Pemerintah Minta Masyarakat Tenang Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Harga daging ayam potong di sejumlah daerah mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu beragam respons dari pemerintah, pedagang, hingga konsumen.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyatakan harga ayam di pasaran saat ini masih tergolong wajar karena berada di bawah harga acuan penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 40.000 per kilogram.

“Harga ayam masih di bawah HET (HAP). HET-nya kan Rp 40.000 ya, sekarang harga kira-kira Rp 37.000, jadi masih di bawah HET,” kata Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/9/2025).

Namun, ketika ditanya mengenai laporan harga ayam yang tembus Rp 45.000 per kilogram, Zulhas tidak memberikan jawaban tegas. Ia kembali menegaskan bahwa rata-rata harga nasional masih di angka Rp 37.000.

READ  Jurnalis SCTV Dianiaya Saat Liput Penyegelan Pabrik di Serang, Oknum Diduga Brimob Terlibat

Menteri Pertanian: Harga Akan Stabil

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan optimisme bahwa harga ayam potong akan segera kembali normal. Ia menilai dinamika harga saat ini hanya bersifat sementara.

“Ya, ini ayam kan harganya baru saja sangat rendah. Nah, saya kira sebentar lagi stabil. Kita harapkan peternak bisa untung dan juga konsumen nyaman,” ucap Amran.

Pedagang: Lonjakan Harga Karena Musim Permintaan

Kenaikan harga ayam ini dirasakan langsung oleh pedagang. Juna (48), pedagang ayam di Pasar Anyar, Bogor, menyebut permintaan meningkat pada momen Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga harga ikut terdongkrak.

READ  HUT RI ke-80, Menag Nasaruddin Umar Ajak Ribuan Peserta Jaga Kerukunan Lewat Jalan Sehat

“(Harga ayam) lagi naik karena bulan Mulud. Bulan Mulud, Natal, Tahun Baru pasti naik ayam. Bulan hari-hari besar aja naik ayam mah,” ujarnya.

Juna menjelaskan, harga ayam bervariasi tergantung ukuran. Ayam kecil bisa dijual Rp 40.000 per ekor, sementara ayam besar berkisar Rp 33.000 hingga Rp 50.000 per ekor. Menurutnya, ayam berukuran kecil justru lebih mahal karena dianggap lebih gurih dan biasanya berusia di bawah 40 hari.

Meski harga naik, Juna mengaku penjualan tetap ada. Namun, jumlah pembelian berkurang. “Ada, yang butuh pasti beli. Emang ini makanan pokoknya. Tapi jumlah mereka belinya berkurang. Biasa beli sekilo jadi setengah,” katanya.

READ  Raker Annur Travel, Dr. Bunyamin Tekankan Etika dan Profesionalisme Layanan Jamaah

Konsumen Kurangi Pembelian

Nisa, salah satu pembeli, membenarkan hal itu. Ia tetap membeli ayam meski harganya naik, namun harus menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

“Walaupun harga ayam sedang mahal, saya tetap beli karena ayam ini makanan pokok. Tapi untuk sekarang jumlahnya saya kurangi, menyesuaikan uang yang tersedia,” ujar Nisa.

Selain faktor permintaan musiman, Juna juga menilai persaingan dengan pedagang ayam di pinggir jalan turut berpengaruh terhadap penjualannya. “Pembeli kadang lebih pilih yang murah meskipun kualitasnya beda,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News