Menu

Mode Gelap

News · 8 Okt 2025 20:58 WITA

Mensesneg: Presiden Prabowo Sudah Kantongi 9 Nama Anggota Komite Reformasi Polri


 Mensesneg: Presiden Prabowo Sudah Kantongi 9 Nama Anggota Komite Reformasi Polri Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Presiden Prabowo Subianto telah mengantongi sembilan nama tokoh yang akan duduk sebagai Anggota Komite Reformasi Polri, demikian disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Negara, Jakarta.

Prasetyo menyebut para anggota berasal dari berbagai latar belakang yang kompeten, terutama di bidang hukum dan kepolisian. Namun, ia enggan menyebutkan nama-nama tersebut secara rinci dan meminta publik menunggu pengumuman resmi dari Presiden.

“(Nama-nama) sudah. Anggota kurang lebih sembilan orang. Nanti tunggu nama-namanya,” kata Prasetyo kepada awak media, Rabu (8/10/2025).

Berasal dari Beragam Latar Belakang

Mensesneg menekankan bahwa sembilan tokoh yang dipilih memiliki rekam jejak kuat, dengan keahlian di bidang hukum, kepolisian, dan reformasi institusi publik.

READ  Presiden Prabowo Bakal Sampaikan Dua Pidato Kenegaraan Perdana Jelang HUT ke-80 RI

“Yang pasti adalah tokoh-tokoh yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan pengalaman di bidang kepolisian,” jelasnya.

Namun saat ditanya apakah ada mantan Kapolri yang turut menjadi anggota, Prasetyo hanya menjawab diplomatis:

“Tunggu tanggal mainnya. Nanti ada hari khusus untuk pengumumannya. Insya Allah.”

Bantah Isu Kapolri Ajukan Nama ke Presiden

Prasetyo juga membantah rumor yang menyebut bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengajukan nama-nama untuk Komite Reformasi kepada Presiden, yang kemudian disebut-sebut ditolak.

“Kata siapa? Info dari mana? Pak Kapolri tidak pernah mengajukan nama dan tidak pernah kemudian ada penolakan,” tegas Prasetyo.

READ  Gus Irfan: Antrean Haji Kini Merata 26 Tahun di Seluruh Indonesia, Tak Ada Lagi Diskriminasi Kuota

Komite Bersifat Ad Hoc, Bekerja 6 Bulan

Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suharyanto menyebut bahwa Komite Reformasi Polri adalah tim Ad Hoc yang akan bekerja dalam waktu terbatas, yakni sekitar enam bulan.

“Reformasi Polri itu Ad Hoc. Sekitar enam bulan kerja,” ungkap Bambang saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Komite ini, lanjut Bambang, akan bersinergi dengan Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk oleh Kapolri, namun ia menegaskan bahwa tim bentukan Presiden tetap menjadi tim utama dalam proses reformasi.

READ  KPK Pelajari 11 Tuntutan Antikorupsi dari ICW, Libatkan Partisipasi Publik

“Presiden tetap akan membentuk tim reformasi. Jadi nanti tim Polri itu akan membantu. Tapi yang utama itu adalah tim bentukan presiden,” jelas Bambang.

Sejalan dengan Agenda Reformasi

Pembentukan Komite Reformasi Polri menjadi bagian dari agenda reformasi kelembagaan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya memperkuat akuntabilitas dan profesionalisme Polri setelah sejumlah peristiwa yang memunculkan sorotan publik dalam beberapa tahun terakhir.

Komite ini diharapkan akan menjadi motor penggerak evaluasi menyeluruh terhadap struktur, kewenangan, serta kultur kerja institusi kepolisian, demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News