Menu

Mode Gelap

News · 23 Nov 2025 14:13 WITA

Penundaan Pengumuman UMP Jawa Barat 2026 Picu Kekhawatiran, DPRD Peringatkan Potensi Aksi Buruh


 Penundaan Pengumuman UMP Jawa Barat 2026 Picu Kekhawatiran, DPRD Peringatkan Potensi Aksi Buruh Perbesar

SOALINDONESIA–BANDUNG Penundaan pengumuman Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat Tahun 2026 menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan pekerja dan pelaku usaha. Hingga kini, pemerintah provinsi belum memfinalisasi besaran UMP, sehingga memicu ketidakpastian yang dinilai merugikan banyak pihak dan berpotensi memicu gelombang aksi unjuk rasa dari kelompok buruh yang mendesak kepastian upah.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menegaskan bahwa kepastian upah baru sangat dibutuhkan pekerja, khususnya untuk menyiapkan anggaran rumah tangga menghadapi awal tahun yang identik dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Buruh membutuhkan kepastian besaran upah baru untuk merencanakan anggaran keluarga dan mengantisipasi laju inflasi. Penundaan ini bisa menimbulkan keresahan,” ujar Iwan.

Menurutnya, penundaan penetapan UMP tidak hanya membebani buruh. Dunia usaha pun merasakan dampaknya karena membutuhkan kepastian biaya produksi dalam penyusunan rencana kerja dan investasi tahun mendatang. “Ketidakpastian UMP dapat mengganggu aktivitas ekonomi serta meningkatkan tensi hubungan industrial,” tambahnya.

READ  DPR Bocorkan Jumlah Uang Pensiun Anggota Dewan, Tertinggi Rp3,6 Juta

Potensi Gelombang Aksi Buruh

Berbagai organisasi pekerja di Jawa Barat mulai menyuarakan kekecewaan atas lambannya pengumuman UMP 2026. Mereka menilai pemerintah daerah tidak cukup responsif menanggapi tekanan ekonomi yang semakin berat dirasakan buruh.

DPRD Jawa Barat mengingatkan bahwa jika penundaan terus terjadi, aksi unjuk rasa dalam skala besar sangat mungkin terjadi. Iwan menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah daerah, serikat buruh, dan pengusaha.

“Pemerintah harus membuka komunikasi yang baik dengan semua pihak agar tidak terjadi miskomunikasi yang memicu aksi massa,” tegasnya.

READ  Polres Lebak Tetapkan Dua Tersangka Penistaan Agama, Video Injak Al-Qur’an Viral

Pelaku Usaha Juga Resah

Bukan hanya buruh yang terdampak. Kalangan pengusaha juga mengeluhkan ketidakpastian, terutama sektor padat karya seperti tekstil, manufaktur, dan elektronik yang sensitif terhadap perubahan upah buruh.

Keterlambatan penetapan UMP membuat perusahaan sulit menyesuaikan anggaran operasional dan strategi bisnis untuk tahun 2026. Para pelaku usaha meminta pemerintah provinsi mengikuti regulasi terbaru tentang pengupahan serta mempertimbangkan kondisi ekonomi pascapandemi dan ketidakpastian global.

Dorongan DPRD kepada Pemerintah Jawa Barat

DPRD Jawa Barat menegaskan sejumlah langkah yang perlu segera dilakukan pemerintah provinsi agar polemik UMP tidak berlarut-larut:

Mempercepat finalisasi pembahasan UMP bersama Dewan Pengupahan

READ  Peringati Hari Tani Nasional, Massa Buruh dan Petani Gelar Aksi di Patung Kuda, Tuntut Cabut UU Cipta Kerja

Menjalin komunikasi intensif dengan serikat pekerja dan asosiasi pengusaha

Mengantisipasi potensi aksi demonstrasi dalam skala besar

Mengumumkan UMP secara transparan dan berbasis data yang terukur

Iwan Suryawan menegaskan bahwa keseimbangan antara kesejahteraan buruh dan keberlanjutan usaha harus menjadi prioritas utama. Ia menyebut stabilitas ekonomi dan hubungan industrial di Jawa Barat sangat bergantung pada keputusan UMP yang adil dan tepat waktu.

“Penetapan UMP 2026 tidak boleh berlarut-larut,” ujarnya. “Masyarakat sangat membutuhkan kepastian ekonomi di tengah harga pangan dan energi yang terus bergerak naik.”

Dengan tekanan ekonomi yang semakin mendesak, publik kini menunggu langkah cepat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengakhiri ketidakpastian penetapan UMP 2026.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News