Menu

Mode Gelap

News · 20 Jan 2026 18:47 WITA

Dikerjakan Sejak Mei 2025, Proyek Irigasi Saddang di Sidrap Belum Rampung


 Dikerjakan Sejak Mei 2025, Proyek Irigasi Saddang di Sidrap Belum Rampung Perbesar

SOAlINDO—SIDRAP –– Keterlambatan penyelesaian proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Saddang Sub Unit Sidenreng 2 di wilayah Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), akhirnya mendapat penjelasan dari pihak pengawas proyek.

Proyek strategis bernilai Rp8 miliar tersebut disebut mengalami kendala akibat faktor cuaca yang tidak menentu.

Muh Idris selaku pengawas proyek mengungkapkan bahwa pekerjaan saluran irigasi tersebut dikerjakan oleh CV Sejahtera Acap dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender.

Proyek dimulai sejak 5 Mei 2025 dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.

READ  Aturan Baru: Penghapusan Piutang BUMN Kini Harus Disetujui Kepala BP BUMN

“Memang benar ada keterlambatan dalam pengerjaan. Salah satu penyebab utamanya karena cuaca. Saat hendak melakukan pengecoran sering turun hujan, sehingga pekerjaan harus dihentikan sementara,” ujar Muh Idris saat dikonfirmasi, Selasa, 20 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak mendukung sangat mempengaruhi proses pengecoran, terutama pada bagian struktur saluran irigasi yang membutuhkan kondisi kering dan stabil agar kualitas bangunan tetap terjaga.

Sebelumnya, keterlambatan proyek ini juga telah disampaikan oleh Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Andi Safari Renata.

READ  Program Umrah Akbar Annur–JRW, Kloter Kedua Tiba di Sidrap,DR Bunyamin M Yapid:InsyaAllah Umrah Akbar Berikutnya 3 Pesawat Carter

Ia membenarkan bahwa pengerjaan proyek irigasi tersebut belum selesai hingga awal tahun 2026. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan teknis sepenuhnya berada di bawah kewenangan BBWS Pompengan Jeneberang.

“Benar, pengerjaannya masih berjalan. Proyek ini dikerjakan oleh pihak provinsi melalui BBWS Pompengan Jeneberang. Untuk teknis pelaksanaannya, mereka yang lebih mengetahui secara detail,” kata Andi Safari Renata.

Hingga kini, pihak BBWS Pompengan Jeneberang belum memberikan keterangan resmi terkait target penyelesaian proyek pasca keterlambatan tersebut.

Sementara itu, masyarakat dan para petani setempat berharap proyek irigasi ini dapat segera diselesaikan agar manfaatnya segera dirasakan, khususnya dalam mendukung kelancaran distribusi air dan peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Sidrap. (tim)

READ  Prabowo dan Presiden Peru Gelar Pertemuan Bilateral, Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional