Menu

Mode Gelap

News · 15 Nov 2025 15:14 WITA

Aliansi Pemerhati Konstitusi Laporkan Hakim MK Arsul Sani ke Bareskrim soal Dugaan Ijazah Doktor Palsu


 Aliansi Pemerhati Konstitusi Laporkan Hakim MK Arsul Sani ke Bareskrim soal Dugaan Ijazah Doktor Palsu Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Polemik dugaan pemalsuan ijazah kembali mencuat di lingkungan lembaga negara. Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi resmi melaporkan Hakim Konstitusi Arsul Sani ke Bareskrim Polri terkait keabsahan ijazah program doktor yang diduga bermasalah.

Laporan tersebut disampaikan langsung ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (14/11/2025).

“Kami dari Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi hari ini mendatangi Bareskrim untuk melaporkan salah satu hakim Mahkamah Konstitusi berinisial AS yang diduga memiliki atau menggunakan ijazah palsu,” ujar Koordinator Aliansi, Betran Sulani, kepada wartawan.

Integritas Akademik Hakim MK Dipertanyakan

READ  Ridwan Kamil Tolak Berdamai, Kasus Pencemaran Nama Baik Tetap Berlanjut ke Pengadilan

Betran menegaskan, jabatan hakim konstitusi menuntut standar integritas yang tinggi, termasuk dalam hal rekam jejak pendidikan. Gelar doktor merupakan syarat penting sebagai salah satu penunjang kualifikasi akademik seorang hakim MK.

“Kalau ada hakim yang menggunakan ijazah palsu untuk memperoleh jabatan di Mahkamah Konstitusi, maka itu bentuk tindakan yang mencederai konstitusi. Ini menyangkut martabat lembaga negara,” katanya.

Aliansi tersebut mengaku membawa sejumlah bukti berupa pemberitaan media yang memuat informasi terkait penyelidikan atas universitas tempat Arsul Sani menempuh program doktor.

Kampus di Polandia Diduga Tengah Diselidiki

READ  Kejari Kota Bandung Intensif Dalami Kasus Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Pemkot Bandung, 14 Saksi Sudah Diperiksa

Menurut Betran, lembaga antikorupsi Polandia disebut sedang mengusut legalitas salah satu universitas di negara tersebut. Kampus itu dikaitkan dengan tempat Arsul Sani meraih gelar S3 pada 2023.

“Bukti yang kami terima salah satunya pemberitaan tentang penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi di Polandia yang memeriksa legalitas kampus. Kampus tersebut adalah tempat salah satu hakim berkuliah untuk memperoleh gelar doktor,” jelasnya.

Respons Arsul Sani: Tak Akan Berpolemik

Dihubungi secara terpisah, Arsul Sani memilih untuk tidak menanggapi jauh soal tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya terikat kode etik sebagai hakim konstitusi.

READ  Rapat RUU Penyiaran Dipersingkat, DPR Khawatir Terkepung Massa Demo

“Sebagai hakim saya tidak bisa berpolemik. Soal ini juga sudah ditangani oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK),” ujarnya singkat.

MKMK Diminta Transparan

Kasus ini menambah daftar polemik etik di tubuh Mahkamah Konstitusi. Publik kini menanti langkah MKMK dalam memverifikasi kebenaran ijazah yang dipermasalahkan, sekaligus menjaga kredibilitas lembaga penjaga konstitusi tersebut.

Aliansi berharap penyelidikan kepolisian dapat berjalan transparan dan memberikan kepastian hukum, mengingat kasus ini menyangkut integritas seorang pejabat negara pada posisi strategis.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News