Menu

Mode Gelap

News · 9 Apr 2026 16:56 WITA

DPR Soroti Pengadaan 21.800 Motor Listrik BGN, Minta Penjelasan Transparan


 DPR Soroti Pengadaan 21.800 Motor Listrik BGN, Minta Penjelasan Transparan Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Pengadaan 21.800 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung operasional program gizi menuai polemik di tengah masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyatakan akan meminta penjelasan resmi dari BGN terkait proses pengadaan tersebut.

“Masyarakat berhak mengetahui asal-usul pengadaan, peruntukan, hingga sumber anggarannya. Konfirmasi ke pihak BGN menjadi langkah tepat agar kronologinya jelas,” ujar Neng Eem, Rabu (8/4/2026).

Transparansi Dinilai Krusial

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk menghindari spekulasi publik yang dapat mengganggu kredibilitas program strategis nasional, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

READ  Korupsi BUMD Cilacap, Andhi Siapkan Fee Rp11,5 M untuk Pejabat Pemkab

Program tersebut diketahui merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang harus dijaga akuntabilitasnya.

“Setiap rupiah yang dialokasikan harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa transparansi bukan sekadar membuka data, tetapi memastikan masyarakat memahami dasar kebijakan, terutama terkait penggunaan anggaran dalam jumlah besar.

Digunakan untuk Operasional Program MBG

Sementara itu, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.

Motor tersebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis di lapangan.

READ  Fit and Proper Test Calon Hakim Konstitusi: DPR Ingatkan Inosentius Samsul Jangan ‘Hantam DPR’

“Harga pasaran sekitar Rp52 juta, namun kami membeli sekitar Rp42 juta per unit, di bawah harga pasar,” jelas Dadan.

Ia menyebutkan, dari target awal sebanyak 24.400 unit, realisasi pengadaan mencapai sekitar 21.800 unit.

Viral di Media Sosial

Isu ini mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan gudang berisi motor listrik berlogo BGN. Hal tersebut memicu pertanyaan publik terkait urgensi, mekanisme pengadaan, hingga sumber pembiayaannya.

DPR Minta Akuntabilitas Dijaga

DPR menilai, pengawasan publik menjadi instrumen penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran serta mencegah potensi ketidakefisienan maupun penyalahgunaan anggaran negara.

READ  Presiden Prabowo Terima Marc Marquez di Istana, Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Sport Tourism

“BGN tentu memiliki dasar perencanaan, namun hal itu harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan,” pungkas Neng Eem.

Dengan polemik yang berkembang, penjelasan komprehensif dari BGN diharapkan dapat meredam keraguan publik sekaligus menjaga kepercayaan terhadap program MBG sebagai salah satu program unggulan pemerintah.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Solar-Pertalite di SPBU Tanete Langka, Diduga Dikirim ke Morowali

9 April 2026 - 22:55 WITA

Gibran Tegaskan Pemerintah Tak Akan Naikkan Harga BBM, Tak Sejalan Arahan Presiden

9 April 2026 - 16:47 WITA

DPR Dukung Larangan Vape, BNN Temukan Kandungan Narkotika dalam Cairan Rokok Elektrik

9 April 2026 - 16:40 WITA

Jusuf Kalla Datangi Bareskrim Polri, Laporkan Pihak Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik

8 April 2026 - 15:19 WITA

KPK Periksa Tujuh Bos Biro Travel Terkait Kasus Kuota Tambahan Haji

8 April 2026 - 14:48 WITA

Biaya Haji Berpotensi Naik, Pemerintah Pastikan Tidak Dibebankan ke Jemaah

8 April 2026 - 14:36 WITA

Trending di News