Menu

Mode Gelap

News · 21 Okt 2025 22:20 WITA

Dua Kali Lindu Getarkan Indonesia Hari Ini, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada


 Dua Kali Lindu Getarkan Indonesia Hari Ini, BMKG Imbau Warga Tetap Waspada Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA — Getaran lindu kembali mengguncang sejumlah wilayah di Indonesia pada Selasa (21/10/2025). Hingga pukul 19.30 WIB, tercatat dua kali gempa bumi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa pertama terjadi pada pukul 07:31:30 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,1. Episenter berada di darat 38 kilometer barat laut Ruteng Manggarai pada koordinat 8,29 Lintang Selatan (LS) dan 120,34 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 14 kilometer.

BMKG melaporkan, gempa tersebut dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) I–II di wilayah Manggarai Timur, atau dirasakan sebagian kecil masyarakat tanpa menimbulkan kerusakan berarti.

Sementara itu, gempa kedua terjadi siang hari pukul 14:10:35 WIB di wilayah Waingapu, Sumba Timur, NTT, dengan kekuatan magnitudo 4,1. Pusat gempa berada di laut 30 kilometer barat daya Waingapu pada koordinat 9,43 LS – 120,11 BT, dengan kedalaman 42 kilometer. Getarannya juga dirasakan pada skala MMI II di wilayah sekitar Waingapu.

READ  Ponpes Al-Khoziny Ambruk: 40 Korban Meninggal Ditemukan, 20 Masih Dalam Pencarian

BMKG memastikan bahwa kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat agar tidak panik dan selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pastikan informasi hanya diperoleh dari kanal resmi BMKG,” tulis BMKG melalui laman resminya, www.bmkg.go.id.

Memahami Bahaya Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam paling mematikan di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), selama periode 1998–2017, gempa bumi telah menyebabkan lebih dari 750 ribu kematian dan berdampak pada 125 juta orang di seluruh dunia.

READ  PSI Sulsel Tegaskan Politik Kehadiran di Festival Patrol Ramadan, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Gempa bumi terjadi akibat pelepasan energi dari dalam kerak bumi yang menyebabkan patahan batuan. Peristiwa ini dapat memicu likuefaksi, longsor, kebakaran, bahkan tsunami jika terjadi di dasar laut.

Langkah Tanggap Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat agar memiliki kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Sebelum Gempa:

Pastikan struktur bangunan rumah tahan gempa dan aman dari potensi longsor atau likuefaksi.

Kenali jalur evakuasi, tangga darurat, dan titik kumpul di tempat kerja atau rumah.

Siapkan kotak P3K, senter, radio, air bersih, dan makanan kering.

Hindari meletakkan benda berat di tempat tinggi dan perabot yang mudah roboh.

Saat Gempa:

Jika di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan di bawah meja atau benda kokoh.

Jika di luar ruangan, jauhi bangunan, tiang listrik, dan pohon besar.

READ  Banjir Parah Landa Sumatera Barat, Sumut, dan Aceh: Tata Ruang Rusak Jadi Akar Masalah Terbesar

Jika di pantai, segera menjauh dari laut untuk menghindari kemungkinan tsunami.

Setelah Gempa:

Evakuasi dengan tertib tanpa panik.

Periksa kondisi sekitar, termasuk kebocoran gas dan aliran listrik.

Jangan memasuki bangunan rusak dan selalu pantau informasi resmi dari BMKG atau BNPB.

Kesiapsiagaan Jadi Kunci

Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena terletak di pertemuan tiga lempeng besar: Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Karena itu, kesiapsiagaan dan literasi kebencanaan menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko dan korban akibat gempa bumi.

“Gempa memang tak bisa dicegah, tapi bisa dihadapi dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan,” tulis BNPB dalam imbauannya.

Dengan dua kali gempa yang mengguncang NTT hari ini, BMKG menegaskan pentingnya masyarakat untuk terus memonitor informasi resmi dan memastikan protokol tanggap bencana dipahami di setiap keluarga dan lingkungan.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional