Menu

Mode Gelap

News · 3 Nov 2025 22:51 WITA

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara — Tidak Berpotensi Tsunami


 Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara — Tidak Berpotensi Tsunami Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Bumi Pertiwi kembali digetarkan lindu pada awal pekan ini, Senin (3/11/2025). Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga pukul 20.30 WIB tercatat hanya satu kali gempa terjadi di wilayah Indonesia hari ini.

Lindu tersebut mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya pada pukul 11:21:24 WIB. BMKG mencatat kekuatan gempa sebesar magnitudo 5,3 dengan kedalaman 10 kilometer.

“Gempa tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG melalui laman resminya, www.bmkg.go.id, Senin (3/11/2025).

Pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 5,11 Lintang Utara dan 125,37 Bujur Timur, atau sekitar 167 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Hingga kini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

READ  BMKG: Sebagian Wilayah RI Masih Alami Pancaroba, Musim Hujan 2025-2026 Diprediksi Lebih Awal

Indonesia Wilayah Rawan Gempa

Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rawan terhadap gempa bumi karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia: Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Kondisi ini membuat aktivitas seismik di Tanah Air terjadi hampir setiap hari, baik dalam skala kecil maupun besar.

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba, yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan di kerak bumi. Menurut BMKG, sebagian besar gempa di Indonesia bersifat tektonik akibat tumbukan antar lempeng, meskipun beberapa juga terjadi karena aktivitas gunung api.

READ  Berkas Perkara Delpedro Marhaen Lengkap, Polda Metro Jaya Siap Limpahkan ke Kejaksaan

Secara global, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gempa bumi telah menyebabkan lebih dari 750 ribu kematian selama periode 1998–2017, dan berdampak pada lebih dari 125 juta orang di seluruh dunia.

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

Meski tidak dapat dicegah, dampak gempa bumi bisa diminimalkan dengan kesiapsiagaan dan edukasi bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG terus mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah-langkah tanggap darurat saat gempa terjadi.

Beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan antara lain:

Sebelum gempa: pastikan struktur bangunan rumah tahan gempa, atur posisi perabotan berat di bawah, serta siapkan alat darurat seperti kotak P3K, senter, radio, dan air bersih.

READ  Gempa M 6,2 Guncang Bolaang Uki, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Saat gempa: lindungi kepala dan tubuh dari reruntuhan dengan bersembunyi di bawah meja, jauhi bangunan, tiang listrik, atau pohon besar jika berada di luar ruangan.

Setelah gempa: keluar dari bangunan dengan tertib, periksa kondisi sekitar, waspadai gempa susulan, dan dengarkan informasi resmi dari BMKG atau BNPB.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile BMKG, dan kanal media sosial resmi lembaga tersebut.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News