Menu

Mode Gelap

News · 28 Nov 2025 20:47 WITA

Gus Yahya Rombak Struktur PBNU di Tengah Polemik Pencopotan, Tegaskan Transformasi Organisasi Tetap Berjalan


 Gus Yahya Rombak Struktur PBNU di Tengah Polemik Pencopotan, Tegaskan Transformasi Organisasi Tetap Berjalan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, melakukan perombakan terhadap lima pejabat internal PBNU di tengah polemik terkait surat pencopotannya sebagai Ketua Umum. Langkah ini disebutnya sebagai bagian dari proses transformasi organisasi yang sedang menghadapi dinamika kepemimpinan.

Dalam keterangan usai rapat tanfidziyah PBNU yang berlangsung di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Jumat (28/11/2025), Gus Yahya menegaskan bahwa rotasi jabatan ini diperlukan agar seluruh tugas PBNU tetap berjalan optimal sesuai amanat organisasi.

“Rotasi ini sebagaimana diatur dalam aturan perkumpulan sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar. Ini semua kita maksudkan supaya tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan oleh PBNU tetap bisa dijalankan dengan baik,” ujar Gus Yahya, dikutip dari Antara.

READ  Empat Pentolan Masyarakat Pati Bersatu Ditangkap Polisi Usai Keputusan DPRD Tak Makzulkan Bupati Sudewo

Lima Pejabat PBNU yang Dirotasi

Melalui keputusan tersebut, Gus Yahya melakukan rotasi pada lima posisi strategis:

KH. Masyhuri Malik: dari Ketua PBNU menjadi Wakil Ketua Umum.

Saifullah Yusuf (Gus Ipul): dari Sekretaris Jenderal PBNU menjadi Ketua PBNU.

H. Gudfan Arif: dari Bendahara Umum menjadi Ketua PBNU.

H. Amin Said Husni: dari Wakil Ketua Umum menjadi Sekretaris Jenderal PBNU.

H. Sumantri: dari Bendahara menjadi Bendahara Umum.

Perombakan struktur ini dilakukan bersamaan dengan pembahasan rancangan peta jalan (roadmap) NU 2025–2050, evaluasi program, serta penajaman arah organisasi ke depan.

Polemik Tak Boleh Hentikan Khidmah Organisasi

Dalam situasi yang penuh sorotan, Gus Yahya menegaskan bahwa turbulensi yang terjadi tidak boleh menghambat peran PBNU dalam menjalankan fungsi keagamaan dan sosial bagi masyarakat.

READ  Presiden Prabowo Terima Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Hambalang, Bahas Perkembangan Persoalan Hukum Nasional

“Karena tugas-tugas itu merupakan amanat utama yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada Muktamar, melainkan juga kepada konstituen organisasi. Tapi bagi kami ini juga merupakan tanggung jawab keagamaan, tanggung jawab ilahiyah yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan jutaan orang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa NU memiliki mandat besar untuk menjaga keberlangsungan pelayanan umat, sehingga internal organisasi perlu tetap solid dan fokus pada tugas pokok.

Transformasi Menuju NU Masa Depan

Lebih lanjut, Gus Yahya menjelaskan bahwa transformasi struktural yang dilakukan tidak hanya bertujuan merespons polemik kepemimpinan, tetapi juga meningkatkan kualitas khidmah NU agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan global.

READ  KPK Jelaskan Nasib Uang Sitaan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Kemenag

“Visinya didasarkan pada wawasan tentang peradaban tahun ke depan. Kita tahu bahwa perubahan-perubahan begitu banyak dan akseleratif, serta menyangkut aspek-aspek fundamental dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Transformasi PBNU, kata dia, harus mampu menjawab persoalan-persoalan baru, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga isu keagamaan yang semakin kompleks.

PBNU Tegaskan Fokus pada Layanan Umat

Melalui pernyataan ini, Gus Yahya ingin memastikan bahwa terlepas dari dinamika dan kontroversi internal, PBNU tetap berada pada jalur pelayanan umat dan perbaikan organisasi secara berkelanjutan.

Dengan penyusunan roadmap 2025–2050 dan penataan ulang struktur kepemimpinan, PBNU diharapkan mampu melangkah lebih solid, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News