Soalindonesia–JAKARTA Peran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza memasuki babak baru. Indonesia resmi ditunjuk sebagai wakil komandan International Stabilization Force (ISF), pasukan multinasional yang dibentuk untuk menjaga stabilitas keamanan di Gaza pascagencatan senjata.
Penunjukan ini menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam struktur komando ISF yang bertugas mengawasi keamanan, memastikan implementasi perdamaian, serta mendukung proses rekonstruksi dan pemerintahan sipil di Gaza.
Dalam rapat perdana BoP, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi signifikan dalam pembentukan dan operasional ISF.
“Kami menegaskan kembali komitmen untuk berkontribusi melalui pengerahan sejumlah besar pasukan (TNI), hingga 8.000 personel atau lebih apabila diperlukan. Kami siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi secara aktif dalam International Stabilization Force (ISF) guna memastikan perdamaian dapat terwujud dan berjalan secara efektif,” tegas Prabowo.
Respons PBB
Menanggapi perkembangan tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan hubungan antara PBB dan Indonesia memiliki arti penting, khususnya dalam penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang diterima media, pejabat PBB menyebut Indonesia memiliki peran krusial dalam Dewan Perdamaian Gaza yang baru dibentuk.
“Sektretaris Jenderal meyakini bahwa hubungan antara PBB dan Indonesia sangat penting. Beliau percaya bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat krusial sebagai bagian dari Gaza Board of Peace,” demikian pernyataan tersebut, Sabtu (21/2/2026).
PBB sebelumnya telah mengesahkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang menyetujui pelaksanaan rencana perdamaian di Gaza. Resolusi itu mencakup pembentukan ISF untuk menjaga gencatan senjata, memastikan stabilitas keamanan, serta mendukung pemerintahan sipil dan proses rekonstruksi.
Mandat tersebut memberikan kewenangan kepada negara peserta untuk mengerahkan personel dan sumber daya sesuai hukum internasional serta berada di bawah Dewan Pengawasan Keamanan.
Sejalan Piagam PBB
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan keterlibatan Indonesia dalam BoP sepenuhnya berpedoman pada Piagam PBB dan visi solusi dua negara.
“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi solusi dua negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Sugiono.
Ia menambahkan, partisipasi Indonesia merupakan bentuk komitmen untuk mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan, serta memastikan sinergi antara mekanisme BoP dan upaya yang tengah dijalankan PBB.
Dengan penunjukan sebagai wakil komandan ISF, Indonesia kini memegang peran sentral dalam menjaga stabilitas Gaza sekaligus mempertegas posisi diplomatiknya di kancah internasional.











