Menu

Mode Gelap

News · 17 Sep 2025 00:17 WITA

Kejagung Limpahkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Kredit Sritex ke Kejari Surakarta


 Kejagung Limpahkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Kredit Sritex ke Kejari Surakarta Perbesar

SOALINDONESIA–SURAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi melimpahkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit kepada PT Sri Rejeki Isman (Sritex) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta, Jawa Tengah.

Ketiga tersangka tersebut adalah:

Mantan Direktur Utama Sritex, Iwan Setiawan Lukminto;

Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB tahun 2020, Dicky Syahbandinata;

Direktur Utama Bank DKI tahun 2020, Zainuddin Mappa.

“Kejaksaan Agung telah melaksanakan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti atas tiga orang tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Surakarta,” kata Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, dalam keterangan resminya, Selasa (16/9/2025).

READ  Pemprov Banten Dukung Perpanjangan MRT Jakarta Rute Kembangan–Balaraja

Segera Disidangkan

Anang menjelaskan, pelimpahan tahap II tersebut turut didampingi oleh keluarga dan penasihat hukum masing-masing tersangka. Ketiganya juga telah dinyatakan sehat untuk ditahan.

“Setelah dilakukan Tahap II, tim Jaksa Penuntut Umum akan segera mempersiapkan surat dakwaan untuk pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan,” ujarnya.

Dugaan Kerugian Negara Capai Rp 1 Triliun Lebih

Dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit ini, Kejagung sebelumnya telah menetapkan 12 orang sebagai tersangka. Mereka terdiri dari kakak beradik bos Sritex, Iwan Kurniawan dan Iwan Setiawan, serta sejumlah pejabat Bank DKI, Bank Jateng, dan Bank BJB.

READ  Wamenag Romo Syafi’i Apresiasi Kerja Sama BPJS Ketenagakerjaan dan DMI: Perlindungan Sosial untuk Penggiat Masjid Adalah Ibadah Sosial

Para tersangka diduga bersekongkol memberikan fasilitas kredit kepada Sritex yang tidak sesuai aturan. Akibatnya, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp 1,08 triliun, dengan rincian:

Kredit Bank DKI sebesar Rp 149 miliar,

Kredit Bank BJB sebesar Rp 543 miliar,

Kredit Bank Jateng sebesar Rp 395 miliar.

Kasus ini menjerat para tersangka dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Bantahan Tersangka

Salah satu tersangka, Iwan Kurniawan, sebelumnya membantah terlibat dalam kasus korupsi kredit ini. Ia mengklaim hanya menandatangani dokumen pencairan kredit berdasarkan perintah atasannya.

READ  Kejagung Intensif Usut Dugaan Korupsi Pajak, Geledah Lebih dari 5 Lokasi di Jabodetabek

“Saya menandatangani dokumen atas perintah presdir dan saya tidak terlibat,” kata Iwan saat digiring menuju mobil tahanan di Kejagung, Jakarta, Rabu (13/8).

Namun, ia tidak mengungkap siapa presdir yang dimaksud, dan kembali menegaskan bahwa dirinya tak terlibat.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional