Menu

Mode Gelap

News · 8 Okt 2025 21:34 WITA

Kepala Desa Aek Nabara Ditahan Karena Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 486 Juta


 Kepala Desa Aek Nabara Ditahan Karena Dugaan Korupsi Dana Desa Rp 486 Juta Perbesar

SOALINDONESIA–TAPANULIUTARA Kepala Desa Aek Nabara, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, berinisial GT (41 tahun), resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara atas dugaan korupsi dana desa yang merugikan negara hingga mencapai Rp 486 juta.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Mangasitua Simanjuntak, dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa GT diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi yang terjadi sejak 2023 hingga 2024. Kerugian negara yang diakibatkan oleh perbuatannya tercatat sebesar Rp 486.044.841,37.

“Melakukan perbuatan melawan hukum yakni Dugaan Tindak Pidana Korupsi dengan total indikasi Kerugian Negara Rp. 486.044.841,37,” ungkap Mangasitua dalam rilis resmi yang disampaikan kepada wartawan pada Rabu (8/10/2025).

READ  Ilham Habibie Kembali Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi Bank BJB

Penahanan Tersangka GT

Atas perbuatannya, GT yang kini menjabat sebagai Kepala Desa Aek Nabara, langsung dilakukan penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Kelas IIB Tarutung, terhitung mulai 7 Oktober 2025. Langkah penahanan ini diambil sebagai bagian dari proses hukum yang tengah berjalan.

“Bahwa terhadap Tersangka GT juga dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 07 Oktober 2025,” kata Mangasitua.

Pasal yang Dikenakan

GT dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999.

READ  KPK Ingatkan Direksi BUMN Asal WNA Wajib Laporkan Harta Kekayaan (LHKPN)

Dengan demikian, GT dapat dijerat dengan ancaman hukuman yang sangat berat, mengingat korupsi dana desa merupakan tindak pidana yang sangat merugikan masyarakat dan negara.

Tindak Lanjut Penyelidikan

Penyidik Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara kini tengah melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus ini. Pihak kejaksaan memastikan akan terus menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan dana desa, yang merupakan hak masyarakat untuk memperoleh fasilitas pembangunan.

Pihak Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara juga menegaskan komitmennya untuk memberikan keadilan bagi warga desa dan masyarakat pada umumnya dengan menindaklanjuti kasus-kasus korupsi dana desa yang merugikan keuangan negara.

READ  Danantara Terbang ke China Bahas Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh, Purbaya: “Top, Selesaikan Secara Bisnis!”
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News