Menu

Mode Gelap

News · 20 Sep 2025 19:39 WITA

Korlantas Polri Larang Sirene Dibunyikan Saat Azan, Evaluasi Penggunaan Strobo dan Pengawalan di Jalan Raya


 Korlantas Polri Larang Sirene Dibunyikan Saat Azan, Evaluasi Penggunaan Strobo dan Pengawalan di Jalan Raya Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus melakukan evaluasi terkait penggunaan sirene dan lampu strobo dalam pengawalan di jalan raya. Selain pembekuan sementara di sejumlah kesempatan, kini ada aturan tambahan: sirene tidak boleh dinyalakan saat azan berkumandang.

Kebijakan ini ditegaskan Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, sebagai bentuk respons terhadap aspirasi masyarakat.

“Kami tambahkan lagi, pada saat azan maghrib berkumandang, mungkin juga zuhur, saya tidak izinkan untuk membunyikan itu. Ini juga untuk menanggapi aspirasi masyarakat,” kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (20/9/2025).

READ  Gerak Cepat: Bantuan Presiden untuk Sumbar Tembus Wilayah Terisolir, Alat Berat dan Helikopter Dikerahkan

Agus menjelaskan, aturan sebenarnya memperbolehkan penggunaan sirene untuk kepentingan pengawalan. Namun, di kota-kota besar yang padat, bunyi sirene sering kali dianggap mengganggu pengguna jalan lain.

“Pengawalan tetap jalan, tapi penggunaan bunyi-bunyi sirene, strobo itu perlu kita evaluasi dan bahkan bila perlu dibekukan,” ujarnya.

Aturan Khusus di Jalan Tol

Agus menambahkan, penggunaan strobo dan sirene akan tetap dilonggarkan untuk kepentingan patroli jalan tol. Alasannya, kehadiran patroli dengan strobo dinilai penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan mencegah pengendara melaju dengan kecepatan berlebih.

READ  Divhubinter Polri Terus Buru Buronan Keuangan, Fokus Selanjutnya Michael Steven dan Pasutri Pietruschka

“Karena memang bagaimana patroli itu bisa mengurangi pengguna jalan untuk over speed, mencairkan kondisi lalu lintas, itu boleh pada saat patroli betul,” jelasnya.

Kritik Masyarakat Jadi Bahan Evaluasi

Agus menegaskan, evaluasi ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendengar dan memperhatikan masukan masyarakat. Menurutnya, kritik publik menjadi bahan perbaikan agar pelayanan lalu lintas semakin humanis.

“Kami berterima kasih dengan masyarakat, karena saya harus bersama-sama dengan masyarakat membenahi kondisi saat ini. Mohon doa untuk Hari Ulang Tahun ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara. Semoga Polantas tetap jaya, dekat dengan masyarakat, dan selalu menyapa dengan rendah hati,” tutur Agus.

READ  Massa Serba Putih Gelar Aksi Tolak Reformasi Polri di Depan DPR RI

Dengan kebijakan baru ini, Korlantas menegaskan bahwa sirene dan strobo hanya boleh digunakan sesuai aturan, dan tidak lagi sembarangan dalam pengawalan pejabat maupun patroli, kecuali dalam keadaan darurat.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional