Soalindonesia–JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil saksi dalam pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Robby Kurniawan, yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Perhubungan bidang Logistik dan Multimoda.
“Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dalam dugaan TPK terkait pengadaan jalur kereta api di lingkungan DJKA Kementerian Perhubungan kepada RK (Robby Kurniawan),” ujar Budi dalam keterangannya.
Pemanggilan Ulang Saksi
Budi menjelaskan, Robby merupakan staf ahli pada masa kepemimpinan mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pemanggilan kali ini merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik.
“Dalam penjadwalan sebelumnya, yang bersangkutan tidak hadir. Hari ini, penyidik melakukan pemanggilan kembali,” katanya.
Berawal dari OTT 2023
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 11 April 2023 di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, yang kini dikenal sebagai BTP Kelas I Semarang.
Dalam pengembangannya, KPK telah menetapkan puluhan tersangka. Pada tahap awal, sebanyak 10 orang langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kemudian, pada Januari 2026, jumlah tersangka bertambah menjadi 21 orang, termasuk dua korporasi.
Libatkan Sejumlah Proyek Strategis
Perkara ini mencakup sejumlah proyek strategis perkeretaapian di berbagai wilayah. Di antaranya pembangunan jalur ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kalioso, proyek perkeretaapian di Makassar, proyek konstruksi dan supervisi di Lampegan, Cianjur, serta perbaikan perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan Sumatera.
KPK menduga adanya praktik pengaturan pemenang proyek melalui rekayasa sejak tahap administrasi hingga proses lelang. Skema tersebut diduga membuka celah terjadinya praktik suap dan korupsi dalam proyek-proyek tersebut.
Penyidikan Terus Berlanjut
KPK menegaskan proses penyidikan akan terus dikembangkan, termasuk dengan memeriksa sejumlah saksi lain guna mengungkap peran masing-masing pihak dalam perkara ini.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan proyek infrastruktur strategis nasional yang seharusnya mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, namun justru diduga disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.











