Menu

Mode Gelap

News · 30 Sep 2025 19:25 WITA

KPK Serahkan Aset Rampasan Rp3,7 Miliar ke Mahkamah Agung, Tegaskan Komitmen Pemulihan Aset untuk Pelayanan Peradilan


 KPK Serahkan Aset Rampasan Rp3,7 Miliar ke Mahkamah Agung, Tegaskan Komitmen Pemulihan Aset untuk Pelayanan Peradilan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menyerahkan barang rampasan negara senilai lebih dari Rp3,7 miliar kepada Mahkamah Agung (MA) dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Kantor MA, Jakarta, Selasa (30 September 2025). Penyerahan ini bukan sekadar simbolis, namun mencerminkan keseriusan KPK dalam pemberantasan korupsi yang berkelanjutan hingga tahap pemulihan aset.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, secara langsung menyerahkan dokumen penetapan status dan aset kepada Sekretaris Mahkamah Agung, Sugiyanto, disaksikan oleh jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Kementerian Keuangan.

Empat Aset Bernilai Rp3,7 Miliar Diserahkan

Aset yang diserahkan berupa empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Sumatera Selatan, dengan total nilai Rp3.737.483.000. Rinciannya adalah sebagai berikut:

READ  KPK Periksa Wasekjen GP Ansor Syarif Hamzah Asyathry Terkait Aliran Dana Kasus Korupsi Kuota Haji

1. Tanah dan Bangunan di Jl. Murbei, Kel. Wates, Kec. Magersari, Kota Mojokerto

💰 Senilai Rp989.710.000

2. Tanah di Desa Randubango, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto

💰 Senilai Rp1.294.266.000

3. Tanah di Desa Seduri, Kec. Mojosari, Kab. Mojokerto

💰 Senilai Rp658.980.000

4. Tanah dan Bangunan di Jl. Vihara, Kel. Pasar III Muara Enim, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan

💰 Senilai Rp794.527.000

Didasarkan Putusan Inkrah, Disalurkan melalui DJKN

Menurut Ibnu Basuki, proses perampasan aset dilakukan berdasarkan putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Selanjutnya, penyerahan dilakukan melalui mekanisme Kementerian Keuangan, dalam hal ini DJKN.

“SK Menteri Keuangan telah keluar dan ditetapkan kepemilikannya kepada MA untuk dapat digunakan untuk kepentingan negara,” ujar Ibnu.

KPK berharap aset-aset tersebut bisa meningkatkan efektivitas dan integritas sistem peradilan, sejalan dengan mandat konstitusi.

READ  Relawan Jokowi-Gibran Datangi Bareskrim Polri, Desak Kepastian Hukum Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

“Ini bukan akhir proses, KPK akan tetap mengevaluasi penggunaan aset rampasan agar dikelola secara akuntabel dan tepat sasaran,” tambahnya.

MA: Ini Bukan Seremoni, Tapi Amanat Strategis

Sekretaris MA, Sugiyanto, menyambut baik penyerahan aset ini. Menurutnya, penetapan status barang rampasan negara merupakan bentuk tertib administrasi dan akuntabilitas hukum yang sesuai dengan regulasi terbaru.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna strategis dan yuridis. Merupakan implementasi Keputusan Menteri Keuangan Nomor 3 Tahun 2025,” tegas Sugiyanto.

Ia menyampaikan bahwa MA akan memanfaatkan aset tersebut untuk kepentingan layanan peradilan, di antaranya sebagai flat hakim atau rumah jabatan pimpinan pengadilan di daerah Mojokerto.

“Kami berkewajiban menegakkan hukum dan keadilan serta memastikan setiap aset negara dikelola secara transparan dan akuntabel,” imbuhnya.

READ  KPK Buka Peluang Panggil Ketum PBNU Gus Yahya dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

DJKN: Efisiensi Anggaran Lewat Aset Rampasan

Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta, Dodok Dwi Handoko, menilai penyerahan aset ini sebagai kontribusi nyata KPK dalam mendukung efisiensi anggaran negara.

“Dengan memanfaatkan barang rampasan, negara tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran baru untuk pembangunan fasilitas peradilan. Ini bentuk cost saving yang nyata,” ujar Dodok.

Pemulihan Aset: Wajah Lain dari Pemberantasan Korupsi

Sinergi antara KPK, MA, dan DJKN dalam penyerahan aset rampasan ini menjadi bukti bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar menghukum pelaku, tetapi juga mengembalikan aset untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Langkah ini mencerminkan praktik tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem hukum dan keuangan negara.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News