Menu

Mode Gelap

News · 21 Nov 2025 02:27 WITA

KPK Sinyalir Pasal Perintangan Penyidikan Terhadap Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid


 KPK Sinyalir Pasal Perintangan Penyidikan Terhadap Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Budi Prasetyo, memberi sinyal bahwa pasal perintangan penyidikan (obstruction of justice) dapat diterapkan dalam kasus yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid. Hal ini terkait dugaan perusakan garis pembatas KPK di area steril tempat kejadian perkara.

“Tentu ini akan ditelusuri motif perbuatan tersebut termasuk siapa pelakunya, siapa yang meminta atau menyuruh untuk melakukan perusakan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Budi menegaskan bahwa tindakan merusak garis pembatas KPK di TKP dapat masuk kategori perintangan penyidikan.

“Ini akan terus didalami karena ini juga menjadi bagian upaya-upaya perintangan terhadap penyidikan yang KPK sedang lakukan. Untuk itu, KPK mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya di Pemerintah Provinsi Riau, agar kooperatif dan mengikuti proses penyidikan yang masih berlangsung,” tegas Budi.

READ  Demo Tolak Kenaikan PBB-P2 di Bone Ricuh, Massa Bakar Ban dan Lempari Kantor Bupati

Pemanggilan Pramusaji Rumah Dinas Gubernur Riau

Pada Senin (17/11/2025), KPK memeriksa tiga pramusaji Rumah Dinas Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid sebagai saksi, yaitu Alpin, Muhammad Syahrul, dan Mega Lestari. Pemanggilan dilakukan terkait dugaan perusakan garis pembatas KPK yang menyegel rumdis Gubernur Riau.

Dalam pemeriksaan, ketiganya didalami mengenai maksud dan tujuan tindakan mereka serta dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi yang menjerat Abdul Wahid.

Kasus OTT Gubernur Riau

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 3 November 2025, yang menjaring 10 orang. Dari jumlah tersebut, 3 orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni:

READ  Menteri Hukum Supratman Dorong Transparansi Pengumpulan Royalti Musik oleh LMKN

1. Abdul Wahid – Gubernur Riau

2. M. Arief Setiawan – Kepala Dinas PUPR PKPP Provinsi Riau

3. Dani M. Nursalam – Tenaga Ahli Gubernur Riau

Ketiga tersangka kini ditahan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak Selasa, 4 November 2025 hingga 23 November 2025.

Dalam kasus ini, Abdul Wahid diduga menerima fee proyek Jalan dan Jembatan Wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP sebesar 5% (Rp 7 miliar) dari pejabat dinas terkait. Total penyerahan yang tercatat pada Juni–November 2025 mencapai Rp 4,05 miliar dari kesepakatan awal Rp 7 miliar.

READ  Calon LC Asal Lampung Tewas Dianiaya di Batam, Pemilik Agensi MK Manajemen Jadi Tersangka Pembunuhan Berencana

KPK juga menyita barang bukti berupa Rp 1,6 miliar yang terdiri dari rupiah dan mata uang asing, seperti USD dan poundsterling.

Para tersangka dijerat dengan pasal 12e dan/atau 12f dan/atau 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News